Perjalanan ke Negeri Syam

Negeri Syam yang  sekarang disebut kota Damaskus ibu kota negara  Syria, Mempunyai banyak sekali peninggalan- peninggalan bersejarah, di antaranya beberapa makam-makam Nabi dan peninggalan peninggalan jaman Romawi yang banyak terdapat di negeri ini.

Sebenarnya cerita perjalananku ini sudah lama sekali, tepatnya pada awal bulan Februari 2010. Tapi saya akan coba untuk mengingat kembali  kenangan perjalanan ke negeri Syam ini.
Karena waktu itu bertepatan dengan cuti tahunanku ,maka saya sempatkan untuk mampir beberapa hari di Damaskus Syria sebelum pulang ke Indonesia.

Berawal dari keinginan untuk menjelajahi Negara lain,yang sebelumnya hanya mimpi saja untuk bisa sampai ke negeri ini,yang akhirnya Alhamdulillah jadi terlaksana.
Kebetulan ada salah satu sepupuku yang waktu itu sedang  belajar di salah satu Universitas di  ibukota Syria ini, jadi perjalanan itu sekaligus saya jadikan sebagai ajang silaturahmi.

Awal perjalanan saya mulai dari persiapan- persiapan, dari urusan surat surat,sampai ke barang yang akan kubawa. Untuk mendapatkan visa kunjungan  ke Syria, menurutku tidak begitu sulit waktu itu, asalkan semua syarat-syaratnya di penuhi. Untuk formulir visa bisa di dapatkan lewat website kedutaan Syria, seperti biasa kita melengkapi dengan foto copy passport dan passport aslinya,surat dari sponsor dalam hal ini sponsor dimana saya bekerja, dan beberapa lembar foto ukuran 4×6.

Alhamdulillah dalam dua hari visaku sudah siap, waktu itu saya pilih penerbangan pagi hari sekitar jam sembilan pagi dengan harapan masih bisa menikmati kota Damaskus di siang hari.
Dan sampai di Damaskus  kurang lebih setelah duhur. Sebelum pesawat landing ,karena tempat duduku dekat jendela, sempat kulihat gunung –gunung yang puncaknya berwarna putih semua bagaikan hamparan kapas , ternyata warna putih itu adalah hamparan salju di puncak gunung itu.

Di Airport Damaskus sepupuku sudah menunggu di luar, alhmadulillah proses di bandara dan imigrasi Damaskus cukup lancar.Sambil menyambutku sepupuku menanyakan apakah ada kesulitan di imigrasi,  ” Alhamdulillah lancar,tidak ada masalah..” jawabku.

Udara di luar airport Damaskus cukup lumayan dingin saat itu, Akhirnya kami berangkat dari airport ke tempat  sepupuku tinggal, sepanjang perjalanan dari airport ke tempat tujuan saya melihat banyak sekali perkebunan pohon  jaitun yang terhampar hijau sepanjang mata memandang, ada beberapa bangunan -bangunan tua yang kami lewati, sungguh indah sekali.

semula saya berencana untuk langsung mencari penginapan , tapi sepupuku dengan sedikit memaksa untuk tetap tinggal di tempatnya. Ya sudah lah pikirku toh cuma sebentar ini.
Setelah sampai di tempat sepupuku, ternyata ada bebrapa mahasiswa-mahasiswa dari Negara lain yang juga tinggal di building tersebut. Ada yang dari Malaysia, Turki dan Jepang.
Dan Alhamdulillah mereka menyambutku dengan sangat welcome,siang itu kami habiskan untuk saling berkenalan dan bercerita pengalaman masing masing.

Saya sangat terkesan sekali dengan salah satu mahasiswa yang berasal dari jepang yang bernama Keta  Sugano  yang lancar berbahasa arab dengan logat Jepangnya J. Keta sengaja datang ke negeri Syam ini hanya untuk  mendalami bahasa arab, kulihat Keta sangat antusias sekali untuk belajar bahasa Arab, walaupun dia sendiri bukan pemeluk agama Islam.

Petang itu setelah solat magrib dan makan  malam, sepupuku mengajaku untuk sekedar jalan jalan ke pasar malam, semacam pasar traditional.di pasar ini sepupuku mengajakku mampir ke salah satu kedai es cream yang katanya sangat terkenal di tempat itu. Saya agak sedikit heran juga karena waktu itu musim dingin,tetapi kedai itu sangat ramai oleh pengunjung yang ingin menikmati es cream di musim dingin.sambil menikmati es cream kami membuat rencana untuk besok, tempat- tempat mana saja yang akan kami kunjungi. Sepupuku menawarkan beberapa tempat tujuan, di antaranya : Palmyra, Bosra, Alepo, sungai Efurat, Bloudan. Karena waktuku terbatas maka kuputuskan untuk memilih tempat tempat yang jaraknya tidak terlalu jauh.

Hari pertama

Hari pertama ku pilih untuk mengunjungi Palmyra, kenapa aku memilih Palmyra , karena tempat ini pernah kulihat gambarnya di internet sangat menarik ,dan menjadi  salah satu destinasi turis-turis yang datang kekota ini.

Palmyra yang terletak di timur laut Syria, tepatnya 215 KM dari kota Damaskus, Konon menurut cerita Palmyra artinya Palm city atau kota palem dan dulunya termasuk salah satu kota besar atau propinsi pada masa Romawi di Syria, sangatlah mungkin karena terlihat dari sisa-sisa bangunannya yang terlihat megah dan kokoh.

 

 

 

 

 

 

 

 

Salah satu puing- puing bangunan di PALMYRA.

Hari kedua

Hari kedua ku pilih ke kota BOSRA, Bosra adalah salah satu kota kuno yang terletak di bagian selatan Syria dan kurang lebih 108 KM jaraknya dari kota Damaskus yang arahnya berbatasan dengan negara Jordan. Tempat ini juga  dulunya terkenal dengan pusat perdagangan pada masa Romawi di Negeri Syam ini. Menurut sejarah, Rosulullah SAW waktu masih kecil pernah di ajak berdagang ketempat ini oleh pamannya. Dan di tempat inilah Rosulullah SAW juga bertemu dengan Rahib Buhira yang mengetahui tanda- tanda kenabian Beliau.

Di Bosra ini sempat juga saya melihat tempat duduk Onta tunggangan Rosulullah SAW. Yang masih ada bekasnya sampai sekarang.


 

 

 

 

 

 

 

Tempat duduk Onta Tunggangan Rosulullah SAW.

Di Bosra juga terdapat banyak reruntuhan bekas benteng-benteng dan bangunan tempat pertunjukan terbuka atau Roman theater pada masa itu.

 

 

 

 

 

 

 

 

Roman theater di BOSRA.

Setelah puas mengelilingi dan mengambil gambar seluruh pojok-pojok kota Bosra, perjalanan kami lanjutkan untuk berjiarah ke makam Nabi Ayub dan Imam Nawawi, Karena masih satu arah perjalanan.

Pertama yang kami jiarahi adalah makam nabi Ayub AS. karena lokasinya yang paling dekat. Makam nabi Ayub AS ini terletak di sebuah bangunan tua yang sangat sederhana, di dalamnya ada dua makam,menurut sepupuku makam yang satunya adalah makam putranya.

Setelah selasai berdoa di makam nabi Ayub AS, Perjalanan kami lanjutkan menuju makam Imam Nawawi. Imam Nawawi adalah seorang imam besar dan penulis kitab-kitab, yang salah satu kitab karangannya adalah kitab “RIYADUSSALIHIN”.

Di makam imam Nawawi ini aku melihat ada keistimewaan dan keunikan  yang membuatku berdecak kagum. Karena tepat dari  batu nisan makam imam Nawawi ini tumbuh satu pohon yang besar, yang dahan dan daun – daunnya menaungi hampir seluruh makamnya, Subhanallah..’

Selesai jiarah di makam imam Nawawi, destinasi selanjutnya adalah Blaoudan,tapi sebelum melanjutkan perjalanan, kami bertiga memutuskan untuk melaksanakan solat duhur dulu, karena waktu itu sudah memasuki waktu duhur. Setelah solat duhur kami teruskan untuk mencari tempat makan siang.

Blaoudan nama tempat dataran tingggi di Damaskus, perjalanannya seperti ke puncak dengan jalan yang bekelok- kelok dan terus menuju ke ketinggian.sepanjang perjalanan menuju puncak Blaoudan ini saya lihat banyak sekali pohon-pohon besar yang rindang, dan vila -vila sungguh indah sekali pemandangannya.

Sesampainya di puncak Blaoudan, ketika turun dari mobil aku sangat terkesima melihat hamparan salju yang luas di depan mata. Walaupun udaranya terasa dingin tapi kami sempatkan untuk bermain-main salju, dan tak lupa untuk mengambil gambar di tempat itu.

Hari Ketiga

Hari ketiga, ini hari terakhirku berada di negeri Syam ini, dan penerbanganku menuju jakarta hari itu sekitar jam empat sore.Jadi paginya kusempatkan untuk mengunjungi tempat tempat bersejarah yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal sepupuku .

Setelah selesai sarapan pagi kami berangkat lagi. Tujuan perjalanan pagi itu berjiarah ke makam nabi Zulkifli AS, makam sayyidah Zaenab, makam nabi Yahya AS, dan makam Salahuddin Al Ayoubi. Yang paling terkesan ketika kami berjiarahke makam nabi Yahya AS, karena makam ini terletak di dalam Mesjid Ummayad atau lebih di kenal dengan nama lain mesjid Ummawey.

Ukuran mesjiid ini sangat luas ,Melihat dari arsitektur ukiran dan hiasan di dindingnya mesjid ini walaupun  bangunan kuno tapi kelihatan cukup megah dan pengunjungnya tidak pernah sepi di mesjid ini. Menurut cerita sepupuku di menara mesjid Ummawey inilah kelak nabi Isa AS akan di turunkan kembali ke bumi di akhir jaman Allahualam..’.

 

 

 

 

 

 

 

 

Salah satu sudut Mesjid Ummawey.

Setelah perjalanan Jiarah selesai kami melaksanakan sholat duhur di sekitar mesjid Ummmawey . dan perjalanan di lanjutkan acara makan siang di sebuah restoran perkumpulan mahasiswa Malaysia dengan menu masakan padang….’Alhamdulillah terasa nikmat sekali perjalanan siang itu.

Setelah selesai acara makan siang kami kembali ke rumah,dan langsung beres –beres mengepak koper untuk persiapan meninggalkan negeri Syam yang kaya akan sejarah.
Sore itu aku di antar oleh sepupuku dan dua orang temannya menuju ke Damaskus Airport.perjalanan dari rumah ke Airport kurang lebih empat puluh lima menit.

Ada rasa berat meninggalkan kota ini dan ingin rasanya tinggal berlama lama di negeri syam ini.Karena masih banyak lagi tempat-tempat bersejarah yang belum sempat kukunjungi.
Akhirnya dengan berat hati ku ucapkan ” Good bye Damascus..”

Wassalam.

November ,09-11-2011

By: Kang_hamdi

About these ads

About Indonesian Family Forum-Dukhan

Komunitas Masyarakat Indonesia di Dukhan, State of Qatar
Gallery | This entry was posted in Seputar Qatar and tagged , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Perjalanan ke Negeri Syam

  1. kang_hamdi says:

    numpang publish pa le’

  2. Thanks Kang Hamdi….ditunggu tulisan2 berikutnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s