Wada’an Yaa Ramadan…

Baik terasa maupun tidak, 28 hari bulan ramadhan yang mulia telah berlalu. Hari-hari yang menjanjikan maghfirah, rahmah dan pembebasan dari siksa api neraka segera kita lewati. Hari-hari setiap hati insan beriman diringankan dirinya berlomba-lomba berdzikir, membaca ayat-ayat Allah SWT, menjaga hawa nafsu, memperbanyak sedekah, meningkatkan kepedulian terhadap sesama yang kurang mampu dan bulan dimana dijanjikan satu malam yang semakna dengan seribu bulan.

Sore ini di satu stasiun TV swasta Indonesia, seperti hari-hari sebelumnya sepanjang ramadhan 1432 H diadakan satu acara Tabligh Akbar. Sebuah acara penyejuk hati setiap insan yang mau disejukkan hatinya. Acara peneduh jiwa-jiwa yang gersang oleh himpitan kesusahan ekonomi dan perasaan. Topik sore ini menyentuh hatiku untuk menuliskan disini, Wada’an Yaa Ramadhan (Selamat Jalan wahai ramadhan).

Sudah menjadi rumus kehidupan bahwa setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan. Ada kebahagiaan saat bertemu dan ada kesedihan saat berpisah. Tetapi apakah rumus ini berlaku bagi pertemuan kita dengan bulan ramadhan mulia ini? Jawabannya ada pada diri kita masing-masing. Kalau diri kita merasa senang dengan hadirnya bulan seribu bulan ini, pasti akan merasa sedih ketika masa perpisahan tiba.

Bukan bermaksud menggurui, karena saya bukan seorang guru ataupun ustadz. Ucapan atau ungkapan ’selamat jalan ramadhan’ pantas dimaknai di kedalaman hati bagi hati-hati yang merasa telah menyatu dengan bulan ini. Menyatu dalam artian menyayanginya sepanjang ramadhan. Mengisi hari-hari bulan puasa ini dengan amal ibadah dan kepedulian.

Selamat jalan yaa ramadhan!

Diri ini berdo’a semoga ada keberkahan ramadhan yang ‘tertinggal’ di hati ini. Diri ini bermunajat kehadhirat Ilahi semoga kita dijumpakan kembali dengan bulannya ‘pesta ibadah’ tahun depan. Semoga jiwa-jiwa ini tidak terlena dengan hiruk pikuknya suasana lebaran yang membutakan hati. Hiruk pikuk suasana Mudik yang macet disana sini. Semoga sisa 1 atau 2 malam ramadhan ini, kami masih bisa mengisinya dengan amal ibadah. Pinta kami semoga malam ’seribu bulan’ yang KAU janjikan bisa kami dapatkan. Amien Ya Rabb.

Wada’an Yaa Ramadhan…
riyadi.sugeng@gmail.com
28 Ramadan 1432H

Dimuat juga di KOMPASIANA

About Paguyuban Keluarga Dukhan

Komunitas Masyarakat Indonesia di Dukhan - Qatar
Gallery | This entry was posted in Seputar Qatar and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s