“Jangan Sembarangan” Makan COTO Makassar!

 Datangnya 1 Syawal atau hari pertama lebaran adalah saatnya manusia dilarang untuk berpuasa. Lebaran adalah tiba waktunya untuk berbuka. Inilah saatnya menikmati makanan dan minuman di siang hari setelah sebulan penuh menahan lapar, dahaga serta mengekang hawa nafsu.

Tahun ini menjadi kali kedua saya menikmati lebaran di negeri orang, Qatar. Selepas salat eidl fitri, kami yang tinggal dalam sebuah komplek perumahan karyawan perusahaan mengadakan acara silaturrahim dan halal bihalal. Dengan penuh rasa kebersamaan dalam keberagaman, dengan keihklasan masing-masing keluarga menyiapkan makanan semenjak malam untuk dinikmati keesokan harinya selepas salat eid.

Opor ayam menjadi menu spesial lebaran kali ini. Saya sendiri semenjak hari terakhir ramadan kemarin sudah disuguhi opor ayam saat berbuka, kemudian malam harinya diantari seorang teman juga opor ayam. Keesokan harinya, diacara halal bihalal menunya ya opor ayam. Opor day pokoknya.

Seharian saya nikmati menu opor ayam spesial lebaran. Malam harinya, ada lagi undangan dari seorang teman. Saya berharap semoga menunya bukan opor ayam lagi. Ehh diundang kok ngarep? Nggak boleh lho! Hehehe…

Tapi pucuk dicinta ulam pun tiba! Menunya ternyata berbeda, mau tau apa menunya? Menunya adalah COTO Makassar. Kebetulan istri temen saya adalah orang asli Sulawesi Selatan. Coto Makassar merupakan kuliner khas dari Kota yang disebut juga sebagai Kota Ujung Pandang.

Selepas jamaah salat isha di masjid dekat rumah, ada sekitar 6 keluarga yang berkumpul di rumah teman saya ini termasuk istri-istri dan anak-anaknya. Walaupun gak komplit sih. Saya pun sudah tak sabar mencicipi menu khas makassar yang menggoda selera ini. Eeiit tunggu dulu! Lho kok, kenapa?

Temen saya mengingatkan saya dan juga beberapa tamu acara kumpul-kumpul lebaran ini. Sebut saja temen saya ini, Dayat. Dengan gaya khas nya bak seorang “Profesor”, Dayat menjelaskan step by step cara menyiapkan Coto Makassar sebelum menyantapnya.

Di meja hidangan sudah tersedia 1 baskom isi irisan daging dan lidah sapi, 1 nampan isi irisan kupat, 1 mangkok irisan daun bawang, 1 toples isi bawang goreng, 1 cawan isi irisan jeruk nipis, 1 botol kecap asli Indonesia, 1 mangkok kecil isi garam, 1 mangkok kecil isi sambal berwarna merah dan nampak sangat pedas dan 1 panci sedang isi kuah coto.

Pertama kali adalah ambil beberapa iris daging sapi, tambahkan sambal, daun bawang dan bawang goreng. Kemudian tambahkan kuah coto, tambahkan garam, kecap sesuai selera dan irisan jeruknipis, aduk sampe rata. Selanjutnya adalah cicipi campuran tadi, kalau sudah pas rasanya baru ditambahi irisan kupat nya. Dan ternyata Uenak dan Yummmy!

Dayat menambahkan bahwa kalau makan Coto Makassar, minimal harus makan 3 mangkok. Makanya jangan ambil banyak-banyak. Sedikit-sedikit saja, dan rasakan nikmatnya bumbu spesial kuliner asli Makassar ini. Dijamin anda akan ketagihan jika sudah merasakan menu spesial buatan teman saya ini. Saya sampai bilang, Wah suatu saat bisa di franchise kan nih!

Jadi kalau mau makan coto makassar harus dicampur secara bertahap. Jangan makan coto makassar sembarangan. Nanti bisa jadi cotonya nggak enak rasanya. Kuah coto makassar berbeda dengan soto-soto yang dijual di pulau jawa. Kuah coto makassar masih belum begitu asin, maka sampai sampai disediakan 1 mangkok kecil isi garam.

Coto Makassar bisa menjadi alternatif kuliner disaat lebaran. Pokoknya Coto Makassar dijamin Mak Nyuzz! Kaya Bondan Winarno saja ya. Met Lebaran, Maaf lahir batin.

Dukhan, 3 September 2011

About Paguyuban Keluarga Dukhan

Komunitas Masyarakat Indonesia di Dukhan - Qatar
Gallery | This entry was posted in Kuliner. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s