Yang tersisa dari ramadan kareem: Ied Mubarak 1432H fi Qatar

Suasana buka puasa bersama Indonesian di Qatar ( beberapa di antaranya dari MCCI )

by Afif Umar

Assalamu’allaikum.Wr.Wb

Sahabat, salam hangat semuanya,

Tak terasa Ramadan 1432 H berlalu sudah, singkat sekejap saja bulan penuh mulia ini  berlalu meninggalkan kita semuanya dan semoga saja di tahun depan kita masih bisa bersua dengan Ramadan kareem mulia dengan tingkat kesalehan yg lebih baik tentunya..semoga. Selain itu pula saya atas nama pribadi,keluarga dan keluarga besar MCCI cabang Qatar mengucapkan :

Selamat Idul Fitri 1432 H Taqobbalallahu Minna wa Minkum, Mohon Maaf Lahir dan Bathin

 

Catatan kecil dibawah ini hanya intermezzo,catatan ringan mengenai sekelumit kegiatan apa dan bagaimana Ramadan berlangsung di Qatar nan panazzzzzz ini. catatan ini saya buat tanpa maksud membandingkan sama sekali dengan aktifitas di tempat tinggal anda sekarang. selamat menikmati dan semoga ada manfaatnya sekecil apapun buat kita semua.

Lain padang lain belalangnya dan lain lubuk lain pula ikannya. Buat saya Ramadan kali ini adalah Ramadan ke tiga saya di Qatar tetapi menjadi Ramadan pertama buat saya dan keluarga tanpa acara mudik ke Indonesia tercinta. Seperti pepatah di atas maka Ramadan boleh saja sama maknanya tetapi prosesi penyambutan di tiap negara mungkin saja berbeda tradisinya.

Di sebagian negara muslim penentuan satu Ramadan dan 1 Shawal seperti biasa selalu menjadi pertanyan besar kapan mulainya? demikian juga dengan kami yang di Qatar, hingga dua hari menjelang puasa, awal ramadannya belum pasti tanggalnya masehinya. Mengacu pada kebiasaannya, pihak MUI Qatar selalu akan merujuk pada MUI Saudi Arabia ( sepertinya semua GCC seperti itu ? ) sehingga bagi yg pengen tahu lebih awal, maka harus sering sering tengok chanel TV Saudi atau sumber-sumber lainnya yg bisa dipercaya. Dan akhirnya seperti kita ketahui bersama bahwa 01.08.11 bertepatan dengan satu Ramadan 1432 H.

Puncak dari polemik melihal hilal terjadi saat menentukan kapan satu shawal kemarin, terlebih lagi kasus di Indonesia tercinta. Karena di Indonesia belum/tidak pernah mengenal adanya Mufti yg diturut oleh semua komponen masyarakat, maka di kita, bisa terjadi dalam satu RT lebarannya bisa berbeda-beda hari he..he… lucunya lagi, ada yang sudah tidak berani berpuasa karena merasa sudah hari tasrik (haram hukumnya berpuasa) tetapi tetap tidak berani takbir karena ragu kapan tepatnya hari berlebarannya..menyedihkan jadinya, sesuatu yg mungkin tidak perlu di perdebatkan panjang lebar tetapi bila terus berkelanjutan seperti itu, saya melihatnya akan sangat mengenaskan buat rakyat kecil kebanyakan.

PUASA

Ramadan kali ini & tahun kemarin sungguh tidak mudah buat kami pekerja lapangan di Qatar..mengapa ? banyak sekali alasannya, diantaranya adalah :

  • Waktu puasa yg lebih lama +- 14 jam. di hari pertama Ramadan, azan subuh  jam 03:35 pagi sementara magribnya jam 06:19 sore. Buat ibu2 kebayang susahnya karena jam 02:30  dinihari sudah harus bangun  menuju dapur untuk menyiapkan santap sahur.
  • Qatar dan Kuwait berdasarkan ramalan cuaca yg tiap hari saya tonton dari TV Al Jazerra adalah Negara terpanas di Middle East,temperature  bisa mencapai 48 0C. rekan-rekan , kalau pengen tahu bagaimana rasanya diterpa sengatan matahari dengan  suhu 48 0C adalah sebagai berikut: coba buat api unggun besar kemudian kita duduk didekatnya sambil di seberang api unggun tersebut ada kipas angin besar   untuk mendorong hawa panas dari api unggun ke muka kita he..he..SENGSARA POKOKE, apalagi buat saya yg beban kerjanya 3X lipat di banding waktu kerja di MCCI dulu..seharian di lapangan, kepanasan sambil puasa,pengen nangis rasanya dan bisa segera berbuka puasa, tapi Alhamdulillahnya puasaku tahun ini tidak ada yg bolong satupun. Bayangkan coba..kalau jam 7 pagi disini sudah sepanas jam 12 siang waktu Cilegon, gimana panasnya jam 12 siang waktu Qatar ???
  • Debu pasir,angin panas serta kelembaban udara yg tinggi adalah tantangan berikutnya. Perpaduan humidity tinggi dan suhu panas membuat badan kita cepat “berkeringat” , hanya dengan bekerja 15 menit saja di lapangan maka baju,celana dalam bahkan kaos kakipun sudah basah seperti orang mandi, apalagi dibarengi debu pasir..komplit sudah penderitaannya wkkwkk.

Kalau bukan puasa kita karena Allah semata-mata..pengen rasanya segera Ramadan berlalu menjadi shawal saja he..he..he..tapi Alhamdulillahnya atas ijinNYA, kami disinipun bisa menjalani puasa seperti rekan di Indonesia, bahkan mungkin lebih khusuk di bandingkan yg di Indonesia sana.

MASJID dan SALAT

Qatar adalah negeri yg sangat memakmurkan masjid dan mushola, mengapa demikian ?  disini semua fasilitas yg ada dalam masjid baik berupa karpet, jam pewaktu shalat dll sama semua. Karpet warna merah maroon lagi tebal tanpa motif, hanya bergaris lurus untuk shaf terhampar terbentang sepanjang penjuru masjid dan tiap hari selalu di vaccum hingga bersih, pendingin ruangan  adalah kelengkapan wajib lainnya, sepenuh apapun jamaah masjid, suhu dalam ruangan tetaplah dingin terkontrol.

Di bumi yg gersang ini malah air sangatlah berlimpah, di semua mushola dan masjid hampir bisa dipastikan tersedia air minum dingin terfilterisasi yg kwalitasnya sama seperti Aqua di Indonesia. 24 jam sepanjang tahun selalu tersedia..bisa kita langsung minum di tempat atau tinggal bawa botol dari rumah langsung kita kocorkan.

Yang sangat menyenangkan bagi saya disini adanya para MUTAWWA ( pengurus masjid ), merekalah yg memastikan semuanya di masjid layak dan nyaman untuk beribadah jammah, selain itu pula tugas mereka adalah menjadi muazin sekaligus imam bila hanya untuk sekelas mushola, sementara kalau sekelas masjid yg di pakai untuk jum’atan selain muthawwa juga tersedia imam dan petugas cleaning service. Ada sekitar 10 orang muthawwa dari Indonesia di Qatar, semunya bekerja di bawah naungan DEPAG Qatar dan family status..saya tidak tahu berapa besar penghasilan mereka, tapi kalau melihat fasilitas yg didapat sepertinya besar juga. Mana mungkin mereka bisa membawa keluarganya serta menyekolahkan anak-anaknya di Qatar serta kebanyakan dari mereka mempunyai mobil kalau gajinya sedikit he..he..maaf ustad. buat saya “kerja” seperti mereka sangat menyenangkan..malah sangat menjanjikan dari sisi duniawi dan akhirat. wangi surganya sangat kelihatan jelas, terlebih di bandingkan saya yg hanya pegawai lapangan di sebuah pabrik. Insya Allah orang seperti mereka akan bisa mendapatkan surga dunia dan tentunya surga akhirat nantinya.amien.

Tetapi untuk menjadi seperti mereka tidaklah mudah karena para imam-imam dan muadzin-muadzin Masjid itu harus hafizh (hafal) Al-Qur’an 30 juzz ,bisa Inggris dan bahasa Arab, karena demikian itu syarat yang telah ditentukan oleh Depag pemerintahan Qatar. Para imam-imam itu sangat lancar dan baik melafazhkan tilawah al-Qur’an, mereka semua selalu dibina dan dibimbing oleh Depag Qatar agar mereka semuanya tetap berkonsisten dan bertanggung jawab terhadap kewajiban mereka sebagai muthawwa masjid.

Dan kita para ma’mum tentulah sangat senang dan khusyu’ dalam menjalankan sholat apabila mendengarkan imamnya lancar dan fashih membaca al-Qur’an, terkadang bahkan saya suka sedih sendiri karena tidak mengerti ketika imam menangis terseguk seguk ketika sedang tilawah karena surat yg dibacanya berisi ancaman dari Allah bila kita berbuat dosa..ya Rabb ampuni hambamu ini hingga setua ini masih belum bisa mengerti akan ayat-ayat Al Quran MU.

Foto di atas adalah contoh jenis karpet 95 % masjid dan mushola di Qatar.

Salah satu muthawa dari Indonesia, ustad Saharuddin berfoto bersama KH Yusuf Qordhowi

Oh ya, seperti kita ketahui bersama bahwa KH Yusuf Qardhawi adalah salah satu ulama besar yg masih hidup dan karyanya lebih dari 120 buku membahas hampir semua permasalahan Islam dan kehidupan kita.

Ulama besar yg dari umur 10 tahun sudah hafal Al Quran  tersebut ,sekarang sedang sakit-sakitan karena usia lanjut  85 tahun ( Cairo, 9 september 1926) serta  semenjak tahun 1961 sudah bermukim di Qatar setelah “mengungsi” dari Mesir. dalam perjalanan hidupnya, KH Yusuf Qardhawi pernah mengenyam “pendidikan” beberapa kali masuk penjara sejak dari mudanya. Saat Mesir dipegang Raja Faruk, dia masuk bui tahun 1949, saat umurnya masih 23 tahun, karena keterlibatannya dalam pergerakan Ikhwanul Muslimin. Pada April tahun 1956, ia ditangkap lagi saat terjadi Revolusi Juni di Mesir. Bulan Oktober 1956 kembali ia mendekam di penjara militer selama dua tahun. Ia terpaksa menuju Qatar pada tahun 1961 dan di sana  mendirikan Fakultas Syariah di Universitas Qatar. Pada saat yang sama, ia juga mendirikan Pusat Kajian Sejarah dan Sunnah Nabi.kemudian beliau sekarang mendapatkan kewarganegaraan Qatar dan menjadikan Doha sebagai tempat tinggalnya. Sekarang bila kita beruntung kita masih bisa mendengar khutbah jum’at beliau pakai bahasa arab karena sesekali masih menjadi khatib bila sedang sehat di masjid dekat rumahnya.

Ramadan adalah Tarawih, sesuatu yg benar tapi juga tidak tepat he..he..ibadah tarawih yg di Indonesia oleh sebagian umat selalu di perdebatkan jumlah bilangan rakaatnya. buat saya tarawih di Qatar mendapatkan kekhusuan tersendiri. Dengan imam yg hafizh Qur’an maka di banyak masjid walaupun kebanyakan hanya berbilang 8 rakaat tetapi karena surat yg di baca panjang, maka tarawih biasanya akan berakhir pukul 21:20 malam…lama ya he..he..he. bahkan di banyak masjid imamnya ada dua, hingga setiap 4 rakaat gantian, di sela-sela pergantian ada break sebentar dulu agar imam dam ma’mum bisa minum air putih botolan yg memang sudah disediakan oleh pihak masjid..awal mulanya saya juga kurang suka tarawih dengan durasi yg lama, tetapi sekarang malah senang bukan kepalang, buat kalian yg di Indonesia biasanya RCTI selalu live tarawih dari Makkah..nah kurang lebih seperti itulah tarawih fi Qatar.

Ketika memasuki 10 hari terakhir ramadan, maka tarawih di Qatar kebanyakan tidak pakai salat witir,mengapa ? di 10 hari terakhir adalah saatnya mencari lailatul Qadar di malam yg ganjil .di 10 tarawih terakhir  di Qatar tanpa witir ( salat penutup ) karena pada saat itu akan ada salat malam yg biasanya di mulai dari jam 00:30 dinihari dan selesai jam 2 pagi disambung sahur di rumah terus balik lagi ke masjid untuk subuh berjamaah sambil menunggu terbitnya matahari kemudian diakhiri salat sunah duha..pengen tahu rasanya….ngantuuuuuk berat tapi mak yooooosss banget.

TRADISI

 Ramadan adalah bulan ibadah, sepertinya semua setuju bukan !!! tinggal implementasinya saja bagaimana kita menjalankannya. Di sini nuansa ibadahnya lebih terasa menggigit. Semuanya bernuansa ibadah..pada intinya Qatar dan mungkin kebanyakan negara di Timur Tengah bukanlah negara yg penuh dengan “ritual” yg berlebihan di bandingkan Negara di Asia Tenggara pada umumnya, detilnya  mari kita simak hal-hal yg sedikit berbeda di bandingkan di Indonesia kita.

Buka puasa bersama: aktifitas ini sedikit sekali orang melakukannya, cenderung kami disini saat berbuka sampai tarawih selesai menghabiskannya waktunya buat beribadah, kehidupan baru akan terasa di setelah tarawih selesai..jalan-jalan menjadi macet,mall –mall dan swalayan buka sampai pukul satu malam.di Qatar normalnya 30 menit sebelum berbuka maka semua toko termasuk yg di Mall2 akan tutup dan buka lagi 1 jam setelah waktu magrib untuk memberi kesempatan pegawainya buka puasa. Bila kita ke foodcourt di Mall untuk buka puasa maka wajib hukumnya bawa minum dan cemilan dari rumah untuk membatalkan puasa karena gerai seperti KFC,McD dll baru mau akan melayani setelah azan magrib berbunyi.

Selain itu pula sepanjang hari  bila kita main ke Mall atau grocery maka iringin musiknya hanya alunan murothal ayat suci Al Qur’an, never jazz apalagi music dangdut he..he..

Hal lain yg mungkin jarang terjadi di Indonesia adalah budaya sahur bersama,disini sahur bersama jauh lebih populer dibandingkan buka puasa bersama.

Pemerintah Qatar selama ramadhan mendirikan puluhan tenda besar ber AC di banyak titik stategis untuk “menjamu”  para buruh dan musafir untuk berberbuka puasa gratis sepanjang bulan, saya pernah mencobanya sekali berbuka dengan para buruh dari berbagai bangsa tersebut, rasanya asyik banget. selain itu pula pihak kerajaan mengundang setiap community bangsa lain yg bekerja di Qatar untuk berbuka puasa bersama, dan alhamdulillahnya untuk tahun ini hampir 1000 orang Indonesia bisa berkumpul menghadiri acara tersebut..indahnya tali silaturahim terjalin sesama Indonesian sambil menghormati pemerintah  Qatar yg telah bersusah payah menyediakan semuanya secara gratis.

Walaupun ini Qatar, tetapi restoran yg menjadi raja adalah restoran yg menjual masakan dari India dan Turki..masakan arab cenderung berminyak dan sedikit rempah rempah. Selain kurma dan laban/yogurt/ “susu basi”, nasi biriyani, nasi mutton khoruf adalah menu favorit untuk berbuka puasa di Qatar. Kebanyakan para Qatari berbuka puasa selalu memakan kurma dan sebotol yogurt murni tanpa perasa sama sekali.

Pak JK mantan wapres 3 bulan lalu melancong ke Qatar dan di jamu dengan mutton khoruf

Mutton Khoruf..nasi uduknya orang Qatar

Garango :  di hari ke 15 ramadan ada satu tradisi disini yg cukup menarik, saat selepas magrib anak anak Qatari akan berkeliling dari rumah ke rumah sambil bernyanyi-nyanyi dan membawa kantung kecil yg di selendangkan ke leher untuk bersilatuharmi ke tuan rumah, kemudian tuan rumah berkewajiban memberikan sesuatu kepada anak –anak tersebut entah berupa makanan kecil,permen atau coklat. Tradisi ini saya sangat nikmati betul karena pada saat itu anak anak Qatari yg biasanya berbaju hitam polos untuk perempuan dan putih untuk yg lelakinya menjadi berubah penuh warna warni. Kebetulan di moment ini saya bisa  menikmatinya di tempat special,yakni di Souk Waqif..salah satu tempat buang mase paling populer di Qatar.

Jadwal kerja : untuk yg kerja daily inilah bulan yg di nanti,karena pada saat itu mereka hanya boleh kerja 5 jam saja,rata-rata jam satu siang sudah ada di rumah lagi..duuuuh senengnya. Sementara untuk karyawan shift kelebihan kerjanya di hitung overtime. Namun sayang di sayang di Qatar tidak mengenal adanya THR seperti di kita..seandainya saja THR ada !!!!!!!

 BAJU BARU,TAKBIRAN DAN SHALAT IED

Gema takbir disini sekejap saja,hanya dilakukan setelah salat wajib dan subuh menjelang salat Ied dan langgamnya lurus dan datar saja, tidak “bercengkok” seperti di Indonesia. Mengenai tradisi beli baju baru menjelang lebaran di Qatar nyaris tidak ada..sungguh..nyaris tidak pernah saya lihat seseorang memborong baju, bahkan cenderung rush seperti di kita. Di Indonesia kesannya menjadi bencana besar buat kita bila ber Idul Fitri tanpa baju baru wkkwkkwkk di kita

Ramadan sering kali menjadi hilang makna ibadahnya di kalahkan nafsu untuk berburu baju dan sandal baru . Disini salat ied cukup hanya memakai pakaian yg bersih dan seadanya..

Dan di tahun ini pula saya, istri dan anak-anak setelah mengarungi rumah tangga selama 15 tahun, kali pertama dalam ber Idul Fitri tidak mengenakan baju ,celana dan sandal baru he..he.. demikian juga yg dilakukan oleh hampir  semuanya Indonesiaan di Qatar melakukan hal yg sama seperti saya…

Bagaimana dengan anda yg di Indonesia sana….beranikah anda berlebaran tanpa beli baju&sandal baru ????  buktikan bahwa anda juga bisa seperti kami disini.

Saat ini hampir ada 30 ribu masyarakat Indonesia yg mencari nafkah dan bermukim di Qatar, mereka yg kurang “beruntung” dan bekerja sebagai buruh bangunan gedung,buruh kasar di pabrik,kerja di bengkel dll yang karena satu lain hal keluarganya tidak bisa di bawa ke Qatar , maka moment salat Ied di Kedutaan besar Indonesia adalah moment yg sangat di nanti nanti sekali..bersilaturahmi dengan sesama anak bangsa,bertakbir dengan gaya Indonesia serta mencicipi masakan berbau Indonesia adalah kenikmatan yg tak terhingga. Sepuluh jari salute buat KBRI Doha yg telah bekerja keras untuk semuanya. Selain itu pula selama sebulan penuh selama Ramadan, kami yg di kordinir PERMIQA ( persatuan masyarakat Indonesia di Qatar ) setiap tahunnya selalu mendatangkan beberapa ustad dari negeri tercinta dan sebulan penuh para ustad tersebut akan berkeliling Qatar untuk memberi siraman rohani kepada kami yg memang sangat dahaga akan hal itu..dan tentu saja puncaknya adalah khutbah Ied yg terkadang membuat kami terharu biru dan mencabik hati teringat orang tua,istri dan semua yg tercinta di Indonesia sana yg terus berjuang tanpa lelah menghadapi merajalelanya korupsi yg nyaris tak bertepi.

Suasana halal bihalal masyarakat Indonesia sekaligus pembagian snack selepas salat Ied 1432H di halaman KBRI-Doha-Qatar.

Hal unik lainnya adalah perkara halal bihalal..seumur umur saya kerja di Indonesia belum pernah mendapati suatu perusahaan mengadakan halal bihalal untuk para karyawannya pada hari pertama dan kedua lebaran..eh di sini Qatar gas ngadain acara tersebut di sore hari pada lebaran pertama dan besoknya Ras Gas ngadain juga dengan tema Ied Mubarrak family gathering ..kalau itu di lakukan di kita, sudah pasti pengambil kebijakannya akan di maki-maki oleh para karyawannya karena dianggap tidak tahu waktu he..he..

PENUTUP

Dalam rangka hari menyambut kemenangan setelah sebulan berpuasa, di mulai dari hari kedua Ied selama tiga hari berturut-turut selama +-45 menit lamanya ,pemerintah Qatar mengadakan pesta kembang api dan permainan sinar laser. yg pada tahun ini di pusatkan di tepi pantai KATARA.

Kembang api di Katara~Doha

Fire work & laser

Itulah sekelumit cerita yg tersisa dari Ramadan Kareem & Ied Mubarrak 1432H fi Qatar

Note:

Terima kasih banyak kepada :

Ustad Saharrudin, Pak Wahyu Hidayat,Aa Ugie serta mas Assad yg telah mengijinkan fotonya saya pakai untuk lebih mewarnai tulisan ini.

Salam Hangat,

Afif Umar Thea

About Paguyuban Keluarga Dukhan

Komunitas Masyarakat Indonesia di Dukhan - Qatar
Gallery | This entry was posted in Oase Kehidupan, Seputar Qatar and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s