Cerita Haji 1432H: Perjalanan Haji Lewat Darat: Miqat – Hotel (bag.3)

Perjalanan bus dari Miqat Qarnul Manazil atau bisa disebut juga Sayl Kabir menuju Makkah ditempuh kurang lebih satu jam (lupa nggak nyatat berapa menit). Kami tiba di hotel di kawasan Aziziyah Selatan sekitar pukul 4 sore. Letak hotel ini berjarak kira2 7 km dari Masjidil Haram di mana para jemaah haji dari GCC biasa ditempatkan baik yang klas A maupun klas C. Seperti biasa hiruk pikuk menurunkan barang bawaan bercampur berseliweran orang2 dalam ruang yang tidak begitu luas membuat suasana cukup semrawut. Saya dan istri menggunakan koper jatah dari hamlah untuk membawa barang bawaan. Kamar saya ada di lantai 3 sedangkan istri di lantai 1. Waktu menurunkan koper istri dan melihat antrian yang begitu panjang untuk lift saya berfikir, ah kan cuma di lantai 1, saya mencoba lewat tangga. Inilah awal ‘malapetaka’ buat koper istri saya. Ternyata yang disebut lantai 1 itu harus melewati R (masjid dan management) dan M (restoran) baru lantai 1. Lhadalah …. selain pinggang, punggung dan kaki yang terasa cenut2, koper jatah milik istri saya tercerai berai untung bukan isinya tapi ‘cuma’ bagian roda dan handle-nya. Kayaknya memang didesain untuk sekali pakai tuh koper. Dengan ‘pengalaman’ tadi saya berkesimpulan memang harus bersabar antri lift untuk menuju kamar saya sendiri di lantai 3.
Kamar saya di lantai 3 dihuni bersama sesama jamaah haji Indonesia dari Qatar sebanyak 7 (tujuh) orang. Masing2 mendapatkan tempat tidur single yang diatur jejer2 dengan clearance antar tempat tidur hanya sekitar 10 cm, jadi naik ranjangnya harus dari ujung bukan dari samping. Sementara di ujung tempat tidur adalah tempat naruh koper. Jadilah kalau mau tidur mesti melompati koper. Saya sengaja milih paling pojok di bawah AC dengan pertimbangan bukan tempat favorit buat yang lain (kalah duluan) tapi memang justru itu yang saya inginkan karena di bawah AC kalau grillnya diarahkan ke atas, tempat itu adalah yang paling hangat dibanding yang lain. Pertama saya kira tujuh orang akan berbagi satu kamar mandi, ternyata setelah melihat ke luar kamar ternyata di sisi lain ada ruang lain yang ditempati 4 orang Indonesia juga akan berbagi dengan kamar mandi yang sama. Ooo jadi kami ber-11 (sebelas) akan berbagi di satu kamar mandi itu. Ujian kesabaran antri mandi …
Setelah menaruh semua barang bawaan kami bersiap menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan umrah menggunakan shuttle bus yang disediakan hamlah.
by Hari S-Doha
(Insya Allah bersambung)

About Paguyuban Keluarga Dukhan

Komunitas Masyarakat Indonesia di Dukhan - Qatar
Gallery | This entry was posted in Haji dan Umrah and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s