Mengukur Ke-MABRUR-an haji kita

Oleh Ustadz Saharudin Elsasaki
Alhamdulillahi wahdah,, wassholatu wassalamu ‘ala man Laa nabiyya Ba’dah,,
Alhamdulillah, berkat rahmat Allah kita dapat memenuhi panggilan Nya menuju tanah suci, untuk melaksanakan ibadah haji. Semoga kepenatan dan kelelahan yang kita rasakan selama musim haji segera Allah gantikan dengan kenimatan dan keberkahan… Amin Ya Rabbal ‘Alamin..
Rasulullah shollallohu alaihi wasallam bersabda:
“al hajjul mabruru laisa lahuu jazaa’un illal jannah” (muttafaq alaih). Bahwa haji yang mabrur itu tidak ada balasannya kecuali surga.
Salah satu amalan yang paling mudah untuk mengukur kemabruran haji kita adalah dengan cara sedalam apa kita tananamkan kecintaan untuk MENGHAFAL Al-Qur’an.
Kenapa harus menghafal?
Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa menghafal Al-Qur’an adalah kewajiban bagi setiap muslim. Sungguh besar balasan yang dijanjikan Allah bagi siapa saja yang menghafal Al-Qur’an. Kalau jama’ah haji mendapat gelar para tamu Allah, maka gelar bagi orang yang menghafal Al-Qur’an adalah Ahlulloh wa khooshotuh (orang-orang yang dekat dengan Allah).
Bila setelah kepulangan kita dari tanah suci kita berniat dan istiqomah menghafal Al-Qur’an satu hari satu ayat saja, maka setahun yang akan datang, insya Allah kita sudah menyelesaikan kurang lebih 360 ayat, yang itu artinya kita sudah mengafal kurang lebih satu juz. Dan bila hal ini tetap kita lakukan maka dalam beberapa tahun saja tidak mustahil bagi kita untuk menjadi AL-HAFIDZ (penjaga dan penghafal Kitab Allah). Subhanallah,,
Bisakah saya menghafal Al-Qur’an?
Kesibukan di kantor, bacaan yang terbata-bata ataupun masalah usia bukan menjadi penghalang untuk menghafal Al-Qur’an. Karena Allah telah menjanjikan dan berulang-ulang Dia tegaskan bahwa menghafal Al-Qur’an itu MUDAH bagi siapa yang bersungguh-sungguh. Firman Allah: “Dan sungguh Kami telah jadikan Al-QUr’an itu mudah untuk diingat, maka adakah yang ingin mengambil pelajaran?.” (Al-Qomar: 17,22,32,40).
Bagaimana langkah kongkritnya?
Sederhana saja. 1. Hafalkan (mulai dari sekarang) satu ayat saja dari surat-surat pendek yang belum dihafal (dimulai dari surat An-Nas). 2. Setorkan hafalan tersebut kepada suami/ istri. 3. Lakukan selama 5 hari (dari Ahad-Kamis) 4. Hari jum’at dan sabtu gunakan untuk muroja’ah (mengulang) 5 ayat yang sudah dihafal. 6.Gunakan 4 langkah yang sama pada pekan berikutnya.
Hasilnya?
Dalam satu pekan insya Alah kita sudah hafal 5 ayat
Dalam satu bulan insya Alah kita sudah hafal 20 ayat
Dalam satu tahun insya Alah kita sudah hafal 240 ayat
Semoga catatan kecil ini bermanfaat bagi saya sendiri khususnya dan kita semua. Allohummarzuqna hajjan mabruro, wa sa’yan masykuro, wa dzamban maghfuro, watijarotan lan tabuur.
Qatar, 18-11-2011

About Paguyuban Keluarga Dukhan

Komunitas Masyarakat Indonesia di Dukhan - Qatar
Gallery | This entry was posted in Haji dan Umrah and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s