Cerita Haji 1432H: Perjalanan Haji Lewat Darat: Umrah [bag.4]

Karena istri sedang tidak bisa melakukan thawaf langsung setelah ihram, maka saya harus melakukan umrah sendirian (naik busnya sih bareng2) soalnya kebanyakan berpasang-pasangan jadi gak enak kalau berombongan dengan mereka. Kami rombongan satu shuttle bus tiba di Masjidil Haram sekitar jam 5 sore. Karena sendirian saya bisa dengan leluasa milih mau thawaf di mana. Saya lihat di lantai dasar di sekeliling Ka’bah masih cukup buat nyelip badan saya yang ramping ini, jadi saya putuskan untuk melakukannya di sana. Kalau saya bersama istri tidak akan milih bagian ini karena waktu yang tersedia tidak akan cukup untuk melengkapi tujuh putaran thawaf yang artinya saat adzan dikumandangkan para wanita akan disuruh ke belakang yang akan sangat repot mencari tempat shalat, sehingga akan terasa berat juga untuk melanjutkan thawaf yang belum selesai itu. Saat iqamat shalat Maghrib dibaca, saya baru menyelesaikan 3 putaran. Repotnya lagi kalau thawaf dekat dengan waktu shalat adalah banyak para jamaah yang sudah mulai pasang badan bikin shaf sebelum adzan yang mengganggu kelancaran thawaf. Thawaf umrah yang disebut juga thawaf qudum ini saya agak terlupa sesuatu yaitu tidak melakukan ittiba’ (membuka pundak kanan) baru ingat setelah selesai shalat Maghrib, yah mendingan masih ingat sebagian, untungnya ini bukan sesuatu yang rukun atau wajib hanya kurang sempurna saja. Waktu melaksanakan sa’i, juga dekat dengan waktu shalat Isya’ sehingga harus disela juga. Saya lihat jam setengah sembilan ketika saya selesai cukur rambut sebagai tanda tahalul, selesailah prosesi umrah. Jalan ke tempat di mana tadi bus hamlah mengantar. Setelah menunggu sekitar 15 menit bus jemputan datang dan balik ke hotel.
Dua hari setelah saya selesai umrah, saya mengantarkan istri untuk melakukannya. Saya tanya dia lebih suka thawaf di atas meskipun lebih jauh dan lama. Saya hitung dengan kepadatan jamaah saat itu, satu putaran thawaf memerlukan waktu sekitar 12 menit jadi untuk menyelesaikan thawaf di lantai atas ini memerlukan sekitar satu setengah jam sementara kalau sendirian dan agak longgar satu putaran bisa ditempuh dalam 10 menit. Lumayan olah raga bagi yang suka jogging atau jalan pagi (kalau lagi umrah di luar bulan2 haji, thawaf di lantai atas ini adalah kegiatan yang saya sukai setelah shalat Fajar).
by Hari – Doha
(Insya Allah bersambung)

About Paguyuban Keluarga Dukhan

Komunitas Masyarakat Indonesia di Dukhan - Qatar
Gallery | This entry was posted in Haji dan Umrah and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s