Cerita Haji 1432H: Sisi Kurang dari Pelayanan Doha Transport.

by Afif Banten

Catatan ini sekedar melengkapi apa yg sudah di dipaparkan dengan gamblang oleh pak Sulaeman Nurjaman,pak Hari Suprayitno serta semua jammah lainnya dalam me-review pelaksanaan haji 2011, khususnya lagi oleh hamlah Doha Transport.

Setelah dicita-citakan lama, serta menjadi salah satu alasan mengapa kami sekeluarga memaksakan diri untuk hijrah ke Timur Tengah, adalah mencoba untuk lebih  mendekatkan diri ini dengan dua tanah suci yg selalu menjadi tempat yg dirindukan umat muslim, yakni Makkah Al Mukarromah dan madinah Al Munawarroh ..kami bisa berhaji tentu saja sangat membahagiakan.

Alhamdulillah tahun ini saya dan istri bisa berangkat Haji dari Qatar. ada banyak hal yang menyenangkan selama prosesi haji berlangsung,serta ada sedikit catatan kecil akan kekurangan yang ada ( versi saya..tentu saja ) dari pihak hamlah Doha Transport yg terus perlu perbaikan agar ditahun-tahun mendatang bisa melayani dengan lebih baik lagi.

Semoga bermanfaat catatan kecil ini , terutama bagi jamaah haji yang akan berangkat ditahun-tahun mendatang.

Saya mulai dari sisi kekurangannya dahulu kali ini.

DOHA TO SAUDI BORDER

Doha Transport office :

  • Area parkir yg tidak cukup luas untuk menampung 11 bus Saptco serta puluhan mobil pengantar jamaah, kesemerawutan dan kemacetan di ruas jalan sekitar hamlah tentu saja menjadi sisi minus yg perlu di perbaiki..alangkah eloknya bila bisa di carikan tempat alternative untuk keberangkatan yg mempunyai lahan parkir yg luas..stadium Al Saad misalnya ?
  • Pembagian ID jamaah haji yg di tebar begitu saja secara sembarang di karpet di halaman depan kantor hamlah, serta ID tersebut bisa di ambil oleh siapa saja..alangkah lebih baiknya ID tersebut sudah di pisah-pisahkan per Bus dan di serahkan ke kordinator busnya, sehingga pembagiannya lebih baik serta kesan tertib administrasinya lebih kelihatan.
  • Bus Saptco : secara umum semuanya OK, kecuali ada bus yg hingga jam 8 pagi belum datang ke halaman Doha Transport, padahal janjinya jam 6 pagi jamaah sudah bisa berangkat ke Border. Eloknya semua bus, malamnya sudah stand by di hamlah sehingga pihak hamlah masih ada waktu untuk menempelkan sticker dll serta juga memberi waktu ke sopir bus untuk istirahat sebelum menempuh perjalanan jauh ke Makkah.

“Musibah” kehabisan bahan bakar di bus 3 saat di border dan kekurangan air bersih di toilet bus 5 saat kepulangan dari Madinah ke Doha, juga perlu menjadi catatan perbaikan untuk tahun depan.

  • Kordinator bus : dalam aturannya memang setiap 80 orang jamaah ada team leader/muthawwa yg di biayai oleh pihak hamlah. Dimata saya sebaiknya tiap bus ( 48 orang ) harus ada muthawwa, mengapa demikian ? kita ke Makkah bukanlah untuk tour ? mempunyai orang yg lebih mengerti dalam ilmu berhaji sangatlah penting sekali.
Bila di tiap bus ada muthawwa, selama perjalanan tentu kita akan dibimbing berdoa, mendengarkan risalah dan ceramah dari ustad serta tentu saja ada tempat bertanya tentang semua yg ada kaitannya dengan hukum2 berhaji agar kita bisa menjadi haji yg mabrur.
  •  Koper pemberian hamlah : Kwalitasnya KW-3 kayaknya..sangat kurang bagus…di border Saudi, saat berangkat saja dari rombongan saya ( bus-5 ) lebih dari sepuluh koper yg sdh rusak, baik rodanya patah, handlenya lepas dll. Sehingga sesampainya di Makkah, selepas umroh sudah banyak yg terpaksa beli koper baru. Mungkin rejekinya tukang koper di Makkah kali ya he..he..

 

MAKKAH DAN MADINAH

  • Hotel di Makkah : berlokasi di daerah Aziziah Selatan, kalau melihat koordinat GPS , dari hotel jarak terdekat ke Masjidil Haram ( MH ) 8 km jauhnya, jarak yg tidak bisa dibilang dekat bila harus di tempuh berjalan kaki.

Untuk standart saya sich yg masa kecilnya sengsara, hotel tersebut sudah sangat layak untuk sekedar tidur. Masalahnya timbul ketika satu kamar yg di design untuk bertiga di jejali kasur 5 buah, dan ini berefeknya pada alokasi kamar mandi..ada yg “terpaksa” satu kamar mandi di pakai untuk 9 orang, bahkan kamar mandi untuk istri saya harus berbagi dengan 12 orang lainnya..sabar..sabar..sabar menunggu giliran.he..he..

Kebersihan hotel : semenjak kami datang sampai hari tarwiyah semuanya berjalan OK, kebersihan koridor hotel, tempat sampah di kamar tidur, air gallon untuk minum di dispenser semua terjaga baik. Tetapi selepas kita kembali ke hotel dari Mina setelah selesai prosesi hari Tasryik ( Nafar Awal ) sampai 2 hari kemudian, Hotel menjadi sangat kotor. Hal ini disebabkan karena selama kita di Mina,Arafah dan Muzdalifah serta 2 hari setibanya kita kembali ke hotel tidak ada seorangpun petugas kebersihan yg bertugas di hotel, semua petugas hotel di kerahkan untuk melayani jamaah di Mina dst..sehingga walaupun jammah sudah balik ke hotel, mereka semua cleaning service hotel masih di kerahkan untuk beres-beres karpet,kasur dll di Mina,Arafah dan Muzdalifah.

Dua hari Hotel tanpa petugas kebersihan dibarengi perilaku jamaah yg buang sampah sembarangan serta di imbuhi kemalasan kolektif untuk menjaga kebersihan bersama, jadilah hotel mirip camp pengungsian orang berduit he..he..

  • Shuttle bus Hotel ke Harram: kalau tidak salah hamlah  hanya menyediakan 4 buah bus ¾ untuk melayani +- 550 orang, diluar masalah traffic di makkah yg menyebalkan, seyogyanya hamlah harus menyediakan bus yg cukup..tak enak rasanya selalu harus berdesak desakan bahkan sampai menyakiti sesama jemaah hanya untuk berebut tempat duduk di bus, jangankan saat pulang dari MH..wong dari hotel mau ke MH saja sudah “rush”nya minta ampun.

Mengenai shuttle bus, ada satu peristiwa yg kurang mengenakan buat jamaah perempuan, bisa dibilang kejadiaannya cukup fatal..ceritanya seperti berikut : karena keterbatasan shuttle bus dan masalah traffic di sekitar Harram serta untuk menghindari jamaah pria/wanita berdesak-desakan saat berebut bus saat mau pulang ke hotel dari Harram maka di ambilah solusi jamaah wanita dan pria di pisahkan area menunggu busnya, tapi alamak…celakanya malam itu , ketika bus datang malah jamaah pria dahulu yg naik dan balik ke hotel sementara kumpulan para istri masih wara-wiri dan harus menunggu lama di sekitaran Saudi Post menunggu bus jemputan yg terlambat datang.

Para suami yg sudah sampai hotel dan mendapati kabar bahwa para istrinya masih di Harram tentulah panic bukan main..cemas luar biasa..malam itu jamaah Indonesia yg terkenal alim “terpaksa” harus melabrak hamlah menuntut kejelasan masalah transportasi untuk para istri..syukurnya hamlah cepat tanggap dengan mengirim bus tambahan untuk proses “evakuasi”…diluar masalah miss communication penanggung jawab transportasi dengan para sopir..tetap peristiwa itu menjadi trauma kita semua dan harus menjadi pelajaran berharga agar peristiwa itu tidak pernah terulang lagi di masa datang.

  • Makanan Indonesia : Alhamdulillah mulai tahun ini, selama di Makkah kami dapat makan pagi dan malam dalam box dengan menu masakan Indonesia, walaupun tidak sepenuhnya Indonesia banget karena mungkin juru masaknya bukan orang Indonesia, tapi lumayanlah dari pada tiap hari makan masakan arab.

Makan Indonesia asli dan bakso lezat baru kita dapati saat makan siang, atas inisiatif ibu-ibu, dengan order ke Surabaya restoran walaupun harus “terpaksa” mengeluarkan 10 real/porsi he..he..memang tidak semuanya ikut memesan karena kesulitan kordinasinya, tapi lumayan banyak juga yg memesan +- 170 orang/sekali order

Sedikit kekacauan pada hari pertama terjadi saat di Madinah, makanan yg disajikan oleh pihak hotel dalam bentuk prasmanan..sebagian jamaah dari negara belahan Asia  selatan ternyata masih sulit di minta untuk belajar budaya antri..ketika saling berebut makanan terjadi..kacaulah jadinya..banyak rekan Indonesia tidak kebagian makanan..mungkin kebanyakan dari kita masih berfikir yang waras harus berani ngalah he..he..

Demikian sedikit cerita buruk yg saya alami dari segudang kenikmatan serta pelayanan yg baik dari hamlah Doha Transport dalam menemani perjalanan haji saya tahun ini, tentu saja semuanya berdasarkan versi saya. mohon maaf bila kurang berkenan.

Insya Allah di waktu mendatang akan saya uraikan semua kebaikan yg saya dan istri alami selama menunaikan ibadah haji 2011 serta semoga catatan ini ada manfaatnya sekecil apapun untuk perbaikan pelayanan haji di tahun-tahun mendatang.

About Paguyuban Keluarga Dukhan

Komunitas Masyarakat Indonesia di Dukhan - Qatar
Gallery | This entry was posted in Haji dan Umrah and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s