Cerita Haji 1432H: Cerita Kebaikan

by Sulaiman

Melanjutkan oleh-oleh cerita jamaah haji tahun ini, ada sedikit cerita yang saya resume dari cerita-cerita kecil teman-teman jamaah, dari pengamatan, dan sedikit diantaranya pengalaman saya sendiri. Semoga bermanfaat, seperti biasa koreksi dan tambahan ceritanya sangat diharapkan.

Selama pelatihan manasik, ustadz-ustadz selalu menyarankan agar kita memperbanyak amal soleh dan melakukan sebanyak-banyaknya kebaikan selama menunaikan ibadah haji. Tausiyah ustadz untuk memperbanyak kebaikan juga diberikan hampir di sepanjang perjalanan, kultum, dan tiap kesempatan briefing. Ada sedikit catatan hal-hal baik yang biasanya dilakukan jamaah selama disana.

Menjadi Guide

Salah satu kemudahan bagi jamaah haji Indonesia dari GCC adalah mayoritas kita pernah ber-umroh. Sedikit banyak kita sudah tahu sudut-sudut Masjidil Haram, maupun Masjid Nabawi. Kita tahu dimana akses keluar masuk masjid, toilet yang nyaman, tempat istirahat yang sepi, warung makan yang enak, toko oleh-oleh yang murah, dan sebagainya.

Ada kebaikan yang bisa kita lakukan terutama kepada jamaah haji yang berangkat dari Indonesia. Yaitu menjadi guide.

Pengalaman buruk yang sering menimpa jamaah dari negara kita adalah terpisah dari rombongan dan nyasar. Bagi sebagian jamaah yang datang dari daerah dengan populasi penduduk tak lebih dari satu juta se-kabupaten, bertemu jutaan manusia di areal seluas satu RW tentu menimbulkan stress tersendiri.

Cerita nyasar ini sering terjadi selepas melempar jumroh pada hari nahar maupun hari-hari tasyrik. Jika tidak diperhatikan secara seksama, jalan-jalan yang dilewati oleh rombongan jamaah ini memang terlihat sama.

Banyak teman-teman jamaah dari Qatar tahun ini yang menjadi guide dadakan dan bersedia mengantar jamaah yang nyasar hingga ke tenda mereka. Ada teman jamaah yang dikejar-kejar sama orang Arab, ternyata orang Arab ini mau menyerahkan seorang jamaah haji nyasar yang ditemukannya.

Di Masjidil Haram, cerita jamaah haji terpisah dari rombongan ataupun nyasar kita dengar sejak hari pertama datang.

Untuk mengenali jamaah yang nyasar, bisa dilihat dari kepanikan, tangisan, atau tampang kebingungan mereka. Dengan senyuman dan approach yang baik, mereka akan menceritakan kalau mereka terpisah dari rombongannya.

Ada tips untuk mempermudah membantu mereka. Pertama kita manfaatkan HP untuk menghubungi rekan ataupun pimpinan rombongannya. Kedua, biasanya jamaah kita datang dengan aksesoris tersendiri, baik berupa warna pakaian, warna kerudung, warna syal dan sejenisnya. Dan selepas shalat wajib adalah saat paling mudah mencari rombongan-rombongan tersebut. Dengan aksesoris yang mencolok, mereka kebanyakan berkumpul di halaman belakang masjid sisi Marwah, atau di sekitar jalur sa’i. Untuk mencari, ajaklah ke tempat yang tinggi, misalnya lantai paling atas dari jalur sa’i. Dari sana kita akan leluasa melihat kerumunan di halaman masjid. Perhatikan kesamaan aksesoris yang dikenakan, jika ketemu, kita bisa antar ke rombongannya.

Jika kasus nyasarnya sudah lama dan setelah dicari rombongannya tidak juga ketemu, kita bisa bawa ke Kantor Pelayanan Haji Mekah (lihat peta Kantor Pelayanan Haji Mekah.jpg – yang bertanda merah). Kantor ini terselip diantara hotel dan pasar. Yang menjadi tanda adalah ada bendera Indonesia, dan ada poster slogan yang berbunyi kira-kira ‘Kami Bangga Melayani Anda’. Tentu saja bapak-bapak disana sangat bangga dengan pekerjaannya. Melayani hampir dua ratus lima puluh ribu jamaah haji agar bisa melaksanakan ibadah dengan nyaman dan lancar. Bukan pekerjaan mudah, butuh ketulusan dan dedikasi yang tinggi dalam melayani berbagai macam persoalan jamaah.

Ketika kita mengantar jamaah yang nyasar kesini, petugas akan dengan sigap mendata, dan membantu mencarikan nomor kontak KBIH ataupun alamat penginapan mereka. Jika kita ada keperluan lain, jamaah yang nyasar bisa ditinggal disini.

Ada sedikit rahasia, tapi jangan kasih tahu yang lain, cukup diantara kita saja. Toilet di lantai atas kantor ini bersih, terawat, wangi, dan nggak ngantri…

Menjadi Guard

Menjadi guard buat istri, sudah pasti. Ada kebaikan ekstra yang bisa kita lakukan selama menjalankan ibadah disana. Yaitu menjadi guard, atau body guard buat orang lain yang membutuhkan.

Menjadi guard bisa kita lakukan ketika naik bis. Kita jaga agar istri kita, dan ibu-ibu yang lain mendapatkan tempat duluan, kemudian beri kesempatan duluan kepada bapak-bapak yang lebih sepuh, baru kita. Kalau kehabisan tempat, sebagai guard harus rela berdiri…

Begitu juga ketika naik kereta, gunakan badan kita menjadi tameng agar para wanita dan yang sepuh bisa mendapat tempat duluan.

Di beberapa pintu masuk ke Masjidil Haram ada pintu kecil di sebelah pintu besar. Pintu ini diperuntukkan bagi yang menggunakan kursi roda. Kita jangan ikut-ikutan desak-desakkan di pintu ini. Sebagai guard kita bantu petugas untuk mengusir orang yang memaksa lewat jalan ini.

Kita bisa menjadi guard selama di Jamarat, thawaf, dan sa’i. Selain menjaga istri, kita juga bisa sambil menjaga orang-orang yang sudah sepuh agar tidak terdesak.

Ada cerita teman yang ‘digandoli’ oleh beberapa ibu-ibu sepuh dari bangsa lain selama melakukan thawaf. Mungkin ibu-ibu itu merasa nyaman dengan speed dan guard yang diberikan teman ini. Formasinya serial, seperti anak TK main kereta-keretaan. Saya yakin teman ini tetap berdzikir selama thawaf, dan tidak menyanyikan lagu ‘naik kereta api, tut tut tuuut…’

Di shelter air zamzam sekeliling tempat thawaf banyak orang rebutan untuk mengambil air. Kita bisa menjadi guard disini. Posisikan tubuh kita di depan, kemudian ambil cup dan isi, setelah penuh berikan pada orang dibelakang kita. Begitu terus sampai semuanya mendapatkan air minum, atau sampai kita capek. Prioritaskan bapak-bapak dan ibu-ibu yang sudah sepuh. Siapa tahu ada bapak-bapak atau ibu-ibu yang sudah sepuh dari Lebanon tergerak hatinya untuk memungut kita menjadi mantu, jika Allah swt. mengijinkan, tentu tidak ada alasan bagi kita untuk menolaknya… (edisi khusus bujangan – red)

Sabar…

Tabunglah kesabaran sejak kita bercita-cita untuk berangkat haji. Karena akan kita pakai sejak persiapan, keberangkatan, hingga pulang, dan akan terus kita pergunakan hingga akhir hayat.

Berbagi rezeki

Dalam menunjang kelancaran kita beribadah, ada banyak supporting team di sekeliling kita yang membantu. Mulai dari driver dan petugas transport, petugas konsumsi, cleaning service, dan lain-lain.

Kebanyakan dari mereka adalah pekerja musiman yang sengaja datang pada musim haji. Biasanya jamaah yang memiliki kelebihan rezeki, akan memberikan sedekah buat mereka. Bisa kolektif ataupun perorangan. Bagi yang mau berangkat tahun mendatang, selain anggaran untuk oleh-oleh, siapkan juga anggaran untuk sedekah.

Kepedulian jamaah kita juga bisa dilihat ketika mabit di Mina. Jatah makan dengan ‘porsi Arab’ tentu tidak akan habis dimakan sendiri. Untuk itu, dua atau tiga jamaah akan ‘ngerubutin’ satu porsi saja, dan dua yang masih utuh akan dibagikan kepada jamaah haji dari negeri lain yang tinggal diluar tenda dan tidak memiliki konsumsi tetap.

Menyampaikan Titipan Do’a

Sebagian dari kita yang memiliki account fb atau twitter tentu sempat meng-update status sebelum berangkat. Atau sekedar mengirim e-mail dan sms. Berpamitan, minta maaf, dan minta do’a demi kelancaran selama perjalanan.

Tak sedikit comment dan reply kita terima, berupa do’a, dan nasehat. Ada juga titipan do’a untuk disampaikan di tanah suci agar teman-teman kita bisa juga mengunjungi baitulloh, atau nitip do’a untuk kesembuhan saudaranya yang sedang sakit. Tak jarang juga nitip do’a agar dimudahkan jodoh, atau agar segera mendapat keturunan.

Titipan do’a juga kita terima dari sanak keluarga, teman kerja, atau tetangga kita.

Banyak titipan do’a kita terima, dan kita katakan Insya Allah nanti disampaikan…

Selain yang dengan sengaja menitip, tentu kita sempatkan juga untuk me-review satu per satu anggota keluarga, orang tua, dan teman-teman kita dan kebutuhan mereka, kita niatkan untuk mendo’akan mereka di tanah suci nanti.

Untuk mempermudah mengingat titipan-titipan tersebut, tak ada salahnya kita membuat buku catatan kecil yang berisi list nama dan do’a yang diminta. Sempatkan di waktu dan tempat yang mustajabah dengan penuh kerendahan hati untuk menyampaikan do’a, dan titipan do’a teman-teman kita tersebut. Kemudian tandai titipan do’a siapa yang sudah disampaikan.

Semoga Allah swt. mengabulkan do’a-do’a kita. Amiin.

Menjaga Kebersihan

Selain menjadi tanggung jawab petugas kebersihan, menjaga kebersihan adalah juga tugas kita. Seperti membuang sampah pada tempatnya, ketika mengambil air minum tidak berceceran, menjaga kebersihan kamar mandi, dan lain-lain.

Di masjid juga demikian, jika kita melihat sampah tidak usah menunggu petugas untuk membersihkannya. Sering kita temui cup bekas minum zamzam terserak di dekat keran atau di dalam sink. Alangkah baiknya sebelum kita mengambil air, kita bereskan dulu cup-cup tersebut.

Begitu juga selama di tenda, dengan jumlah jamaah yang banyak, kita akan melihat udara dalam tenda penuh dengan serat-serat kain dan debu yang berterbangan. Untuk itu sebaiknya kain ihrom yang akan kita pakai sudah dicuci terlebih dahulu.

Bukan pekerjaan besar, dan manfaatnya kita nikmati sendiri.

Membaca Al Qur’an

Ketika melewati gerbang luar masjid Nabawi, kita akan melihat orang menjual mushaf Al Qur’an. Mushaf yang dijual sama persis dengan yang ada di dalam masjid. Jamaah biasanya akan membeli dua atau tiga buah, kemudian menginfakkan mushaf tersebut di dalam masjid. Kalkulasinya sangat tepat, dengan jutaan jamaah yang datang, kemungkinan mushafnya dibaca sangat besar. Ini tentu investasi yang bisa bertahan lama, selama mushaf itu masih bisa dibaca.

Tentu saja, jika kita bisa ‘menyuruh’ orang untuk membaca mushaf yang kita infak-kan, sesungguhnya perintah itu juga berlaku buat diri kita sendiri. Insya Allah. (sulaeman)

Wallohu a’lam bishowab

Wassalam

About Paguyuban Keluarga Dukhan

Komunitas Masyarakat Indonesia di Dukhan - Qatar
Gallery | This entry was posted in Haji dan Umrah and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s