Facebook ‘Memaksa’ Kita Pandai Menulis

Facebook Notes

            Siapa bilang menulis itu susah? Mungkin banyak diantara kita termasuk saya sendiri adalah orang yang menganggap menulis itu susah. Membaca tulisan-tulisan para penulis handal rasanya iri. Kok bisa-bisanya menulis panjang lebar begitu ya? Gimana kita memulainya ya? Apa yang mau dituliskan ya? Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan  berkecamuk dalam pikiran kita. Berbagai macam alasan untuk menunda menulis pun semakin ramai dalam pikiran kita. Ujung-ujungnya tulisan pun tak jadi-jadi. Ditunda lagi dan lagi!

Semenjak sekolah di bangku Sekolah Dasar, kita sering mendapatkan tugas dari guru kita untuk membuat karangan. Apalagi kalo habis liburan panjang atau habis mengikuti karya wisata [study tour], maka biasanya guru Bahasa Indonesia pun akan memberikan tugas kepada siswanya, membuat cerita dalam bentuk karangan. Saya termasuk dari sekian siswa yang paling nggak interest dengan yang namanya tugas ini. Apalagi guru nya pun gak pernah memberikan arahan atau contoh langsung yang konkrit bagaimana untuk membuat karangan yang bagus dan enak dibaca. Jadinya ya mengarang sejadi-jadinya. Gak tahu itu enak atau nggak dibaca nya yang penting tugas selesai dikumpulkan.

Zaman terus berubah. Sejak hadirnya perangkat telepon genggam atau lazim disebut Handphone, kita mulai dikenalkan dengan fasilitas yang sangat erat kaitannya dengan tulis menulis. Short Message Services namanya, yang  kemudian disingkat menjadi SMS.

Hadirnya SMS atau layanan pesan singkat ini tanpa disadari ‘memaksa’ kita untuk menulis. Yaitu menulis pesan yang singkat bahkan kalau perlu pesan yang sesingkat mungkin, layaknya telegraf pada zaman dulu. Karena apa? Karena dalam satu paket layanan SMS biasanya dibatasi sekitar 160 karakter. Dari sinilah banyak memunculkan singkatan-singkatan baru. Jika nggak pandai-pandai menyingkatnya maka jumlah karakter SMS semakin banyak dan membebani biaya SMS. Walaupun biaya SMS khususnya di Indonesia saat ini super murah dan banyak gratisannya, tapi tetap aja bahwa semakin pendek semakin bagus, namanya aja layanan pesan singkat!

Sekedar flash back, awal tahun 2006 saya ditugaskan oleh perusahaan [dimana saya bekerja dulu] ke lokasi konstruksi pabrik atau perusahaan LNG [Liquid Natural Gas]. Penugasan saya waktu itu sebagai tenaga perawat bersama kesebelas teman lainnya yang meliputi 1 orang Dokter Umum, 1 orang X-ray Technician, 1 orang Laboratory Technician, 1 orang Supir Ambulance, 1 orang Expatriate Paramedic, dan 5 orang perawat termasuk saya. Teman saya si expatriate paramedic berkebangsaan afrika selatan mengirimi email ke saya beberapa kali. Emailnya berisi undangan atau ajakan untuk bergabung dengan social network yang relatif baru, FACEBOOK. Walaupun sudah ditemukan atau dikreasi sejak 2004, tapi facebook pada tahun tersebut belumlah se terkenal sekarang. Saya sendiri waktu itu masih menjadi member satu social network yang sangat popular di kalangan internet browser waktu itu yaitu FRIENDSTER. Ajakan beberapa kali dari teman yang satu ini melalui email, tak pernah ku gubris, ku abaikan begitu saja. Yang ada ketika email-email itu masuk ke inbox langsung saya hapus. Saya waktu itu gak ngebayangin kalau facebook mau sebesar dan se terkenal sekarang ini dan mampu mengambil posisi tenar nya Friendster. Malahan Friendster sekarang ini telah beralih fungsi menjadi ajang para penggila games, bukan lagi sebagai social network.

Pertengahan tahun 2008 membawa saya meniti karir baru di belantara gurun pasir sebagai pekerja migran, di Timur Tengah. Dulu saya sempat punya teman expatriate, sekarang saatnya saya menjadi expatriate di negerinya orang arab, Qatar. Akses internet sangat mudah didapat. Kecepatan browsing nya pun super cepat didukung dengan bandwidth yang tinggi pula. Maka tak heran jika setiap hari saya selalu mengakses internet. Dan kembali lagi, saya temukan email-email dari temanku asal afrika selatan ini. Akhirnya menyerah juga saya, dan saya putuskan untuk join dengan facebook di awal tahun 2009.

Facebook merupakan kreasi dari seorang remaja yang gak pintar-pintar amat bernama Mark Zuckerberg di tahun 2004.  Jumlah member nya saat ini hampir menembus angka 1 milyar di seluruh dunia. Dari waktu ke waktu pun facebook terus berkreasi dan berinovasi. Banyak sekali fitur yang ditawarkan, ada yang namanya update status, notifications, places, groups, events, photos, pokes, sites, links, notes dan ada juga SMS.

Kata update status yang menjadi header di halaman facebook pun sudah gak asing lagi bagi para pencinta dunia maya, khususnya para anggota facebook. Nah di kolom update status inilah hampir setiap hari bahkan setiap waktu atau setiap detik, banyak diantara penggunanya yang mengupload informasi dari berbagai belahan bumi. Mau di kamar tidur, di kantor, di dapur, di ruang tamu, di jalan raya, di sawah, di kebun, di pasar, di supermarket, di tempat rekreasi, di stadion, di gedung bioskop, di stasiun, di terminal, di gunung mungkin, di darat, di laut  dan di tempat-tempat lainnya yang gak bisa saya tuliskan satu per satu. Dan bahkan ketika di toilet pun selagi ada akses internet, update status pun diketik dan langsung di upload. Pokoknya dimana ada koneksi internet, disitu facebook terkonek, maka update status pun jalan terus!

Apa sebenarnya hikmah yang bisa kita ambil dibalik update status? Secara sadar atau nggak disadari bahwa banyaknya sekali alasan untuk menunda menulis. Namun dengan adanya update status facebook, sirna sudah semua alasan itu.  Membaca status teman atau orang lain,membuat kita tak sabar untuk membukanya dan kemudian mungkin mengklik LIKE. Tak jarang juga langsung menuliskan dan mengupload komentarnya, baik singkat atau panjang. Sadarkah kita bahwa dengan SMS dan update status ini kita telah ‘dipaksa’ oleh Facebook dan Telkom Provider untuk belajar menjadi penulis. Kita banyak diajari untuk terus berkreasi dan meluaskan wawasan agar status kita banyak dilihat orang, banyak diklik LIKE nya dan banyak komentarnya.

Dari yang tadinya ‘alergi’ dengan facebook secara perlahan tunduk juga [seperti saya] dan akhirnya mendaftar menjadi member. Di tengah maraknya berita penyalahgunaan informasi facebook untuk kriminalitas atau kejahatan, menurut saya masih banyak hal yang bisa kita ambil positifnya. Kalau soal hacking atau bajak membajak akun, bukan hanya di facebook. Yang namanya dunia maya ya itulah resikonya, baik email atau akun-akun lainnya. Sering-seringlah ganti password akun anda! Insha Allah terhindar dari pembajakan.

Hal positif apa yang bisa kita ambil dari kemajuan teknologi facebook ini? Kalau update status ‘memaksa’ kita belajar pandai menulis, maka facebook juga melengkapinya dengan fitur NOTES. Melalui facebook notes, kita disuguhi fasilitas layaknya blog. Kita bisa menuliskan artikel atau tulisan yang lebih panjang dan kita tambahkan gambar yang berhubungan atau foto sebagai pelengkap artikel tersebut.

Adanya notes ini, kita bisa membuat sebanyak-banyak artikel dimana saja dan kapan saja. Facebook notes bisa juga diakses lewat handphone. Kita bisa memanfaatkan sewaktu menunggu angkutan atau jemputan, sedang naik bis umum, sedang naik kereta atau waktu-waktu sela lainnya. Daripada nothing to do  bingung mau ngapain, lebih baik kita mengisi facebook notes dan segera dipublish [diterbitkan]. Siapa tahu notes kita bisa bermanfaat untuk orang lain, khususnya bermanfaat untuk mengembangkan diri sendiri dalam kemampuan menulis dan menjadi pribadi yang lebih baik.

Pilihan ada di tangan kita. Facebook dengan segala fiturnya pasti mempunyai untung rugi dan baik buruknya. Pasti ada positif negatifnya. Maka pandai-pandailah kita memilah, memilih dan memanfaatkannya.

Catatan Akhir Tahun 2011, semoga yang kecil dan sedikit ini bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan kita.

Be Positive and Be Innovative!

Ummbab, 31 Desember 2011

Sugeng Bralink for JQ

riyadi.sugeng@gmail.com

Dari blog Jelajah Qatar

About Paguyuban Keluarga Dukhan

Komunitas Masyarakat Indonesia di Dukhan - Qatar
Gallery | This entry was posted in Seputar Qatar and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s