Jangan Nunggu di Akhirat

by Efriyadi

Kita sering mendengar atau membaca kisah- kisah yang akan terjadi kelak di alam akherat. Diantaranya adalah bahwa kita harus meniti sebuah jembatan yang lebarnya bagaikan sehelai rambut dibelah tujuh, yaitu jembatan SHIRATHAL MUSTAQIM. Barang siapa yang sukses melewatinya, dia akan sampai ke syurga. Sedangkan bagi yang tidak mampu meniti sampai seberang, maka dia akan jatuh ke dalam neraka. Satu lagi tentang sebuah telaga. Bagi orang yang beriman yang masuk neraka karena amal buruknya lebih berat dari amal baiknya, maka setelah dosa- dosanya dilebur di dalam neraka, maka Allah س بحانه وتعالى mengangkatnya dan mencucinya di dalam sebuah telaga sehingga fisik orang tersebut pulih seperti sedia kala dan kemudian dipersilahkan masuk syurga.

Seperti itulah kira- kira cerita yang sering kita dengar atau baca.

اهدنا الصراط المستقيم

صراط الذين أنعمت عليهم غير المغضوب عليهم ولا الضالين

Tunjukilah kami jalan yang lurus,

(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. (QS Al Fatihah 6-7)

Shirathal mustaqim atau jalan yang lurus ini sering disebut- sebut dalam Al Qur’an. Bahkan setiap rakaat dalam sholat, kita selalu memohon kepada Allah س بحانه وتعالى untuk ditunjukkan shirathal mustaqim ini. Dan yang memerintahkan kita untuk berdoa seperti itu tak lain adalah Allah س بحانه وتعالى sendiri. Maka jika melihat ayat- ayat berikut, maka kita dapat memetik sebuah kesimpulan:

QS 3: 51

إن الله ربي وربكم فاعبدوه هذا صراط مستقيم

Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus”.

Dan ayat senada seperti di QS 19: 36, QS 36: 61, dan QS 43: 64.

Dan bisa juga kita perhatikan ayat yang lain,

QS 7: 16

قال فبما أغويتني لأقعدن لهم صراطك المستقيم

Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus.

Jelas sekali bahwa shirathal mustaqim yang disebut ayat- ayat di atas adanya di dunia ini, bukan di akherat. Yang mesti kita lakukan sekarang adalah meniti shirathal mustaqim ini dengan hati- hati supaya tidak melenceng sedikitpun, karena kalau sedikit saja melenceng, maka kita akan terjerumus ke dalam neraka.

Adapun tentang perumpamaan shirathal mustaqim ini seperti titian rambut dibelah tujuh, terlepas dari asal muasalnya yang konon persis kepercayaan orang majusi, sepertinya sangat tepat menggambarkan bagaimana susahnya meniti jalan yang lurus ini, jalan Islam. Bagaimana tidak susah, sedikit saja kesalahan bisa menyebabkan dosa besar atau hilangnya pahala amal kita. Mempercayai sesuatu yang bisa memberi keberuntungan saja (misalnya batu akik, keris, mantra, dsb) kita sudah jatuh ke dalam dosa syirik yang sangat besar dan tidak diampuni oleh Allah س بحانه وتعالى . Sudah susah payah kita membantu orang lain, atau bersedekah, atau naik haji, tapi ada sedikit saja rasa riya’ atau ujub dalam diri kita, terhapus pahala kita, sia- sia. Jadi memang susah sekali menjalankan agama Islam ini.

Sedangkan masalah penghapusan dosa, tidak ada satu ayatpun dalam Al Qur’an yang menceritakan peristiwa tersebut. Yang ada diantaranya:

QS 11: 114

وأقم الصلاة طرفي النهار وزلفا من الليل إن الحسنات يذهبن السيئات ذلك ذكرى للذاكرين

Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.

QS 29: 7

والذين آمنوا وعملوا الصالحات لنكفرن عنهم سيئاتهم ولنجزينهم أحسن الذي كانوا يعملون

Dan orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.

QS 8: 29

يا أيها الذين آمنوا إن تتقوا الله يجعل لكم فرقانا ويكفر عنكم سيئاتكم ويغفر لكم والله ذو الفضل العظيم

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqaan dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa) mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.

Di dunia ini, kita bisa melebur dosa kita. Kita tidak memerlukan api neraka untuk membakar dosa- dosa kita. Syaratnya, kita mesti beriman dan beramal shaleh, bertakwa, dan banyak melakukan perbuatan- perbuatan baik. Ini janji Allah س بحانه وتعالى  yang janjiNya selalu tepat. Bahkan Allah س بحانه وتعالى  menjamin akan masuk surga bgi orang- orang yang melakukan hal- hal di atas, tanpa harus mampir di neraka. Firman Allah س بحانه وتعالى :

QS 5: 12

ولقد أخذ الله ميثاق بني إسرائيل وبعثنا منهم اثني عشر نقيبا وقال الله إني معكم لئن أقمتم الصلاة وآتيتم الزكاة وآمنتم برسلي وعزرتموهم وأقرضتم الله قرضا حسنا لأكفرن عنكم سيئاتكم ولأدخلنكم جنات تجري من تحتها الأنهار فمن كفر بعد ذلك منكم فقد ضل سواء السبيل

Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israel dan telah Kami angkat di antara mereka dua belas orang pemimpin dan Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku beserta kamu, sesungguhnya jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik sesungguhnya Aku akan menghapus dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai. Maka barang siapa yang kafir di antaramu sesudah itu, sesungguhnya ia telah tersesat dari jalan yang lurus”.

Bahkan kata yang dipakai adalah ‘Kumasukkan’, jadi di akherat nanti, bukan kita yang berusaha masuk syurga (meniti shirathal mustaqim), tapi Allah س بحانه وتعالى lah yang memasukkan kita.

Logikanya, jika amalnya banyak dan dosanya diampuni, lebur, hilang, nol, maka timbangan kebaikannya akan jauh lebih berat. Sesuai hukum Allah س بحانه وتعالى, maka orang ini mendapat balasan syurga.

Jadi mari kita tidak mengharap neraka akan memusnahkan dosa kita, karena neraka adalah seburuk- buruk tempat tinggal. Dan lagi tidak ada satupun ayat di dalam Al Qur’an yang menerangkan jika orang sudah masuk neraka akan bisa pindah ke syurga, yang ada adalah puluhan ayat yang menyatakan orang yang tinggal di neraka akan kekal, selama- lamanya.

Shirathal mustaqim dan telaga yang memulihkan kita seperti sedia kala setelah neraka ‘mensucikan’ kita, mungkin ada di akherat, mungkin juga tidak, tapi kalau di dunia ini sudah ada, mestinya akan jauh lebih baik untuk kita tapaki sekarang. Pastinya kita tidak mau ambil resiko. Jadi, jangan nunggu ‘nanti di akherat’.

Mudah- mudahan bisa menjadi renungan dan bermanfaat, terutama untuk saya sendiri.

Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuhu.

About Paguyuban Keluarga Dukhan

Komunitas Masyarakat Indonesia di Dukhan - Qatar
Gallery | This entry was posted in Oase Kehidupan and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s