Ustadz Farid Dhofir: Tiga Kunci Terkabulnya Doa Nabi Yunus dan Doa Nabi Zakaria

Foto by ARief Hidayat

This slideshow requires JavaScript.

by Sugeng Bralink|iffdukhan

Memasuki malam ke delapan bulan ramadan 1433 H, Komunitas Masyarakat Indonesia di Dukhan kedatangan Ustadz Farid Dhofir, Lc, Msi. Kegiatan ini sebagai rangkaian kegiatan safari ramadan IMSQA-PERMIQA dan IFF Dukhan tahun 1433 H/2012 M.

Safari ramadan merupakan agenda tahunan bagi warga muslim Indonesia di Dukhan. Acara dibuka dengan sambutan singkat oleh Ketua Indonesian Family Forum, Bp. Bangun Widadi. Selanjutnya diberikan sambutan singkat oleh Bp. Dedi Saiful Hadi, Duta Besar Republik Indonesia untuk Qatar. Pak Dubes berpesan kepada Diaspora Indonesia [Istilah warga negara Indonesia di Luar Negeri] di Dukhan agar disamping berkumpul sesama masyarakat Indonesia, diharapkan juga mingle with other nationalities atau berkumpul dengan masyarakat dari kebangsaan lainnya. Disamping untuk mengenalkan Indonesia kepada warga negara lain, hal ini juga akan meningkatkan kemampuan berbahasa inggris.

Jamaah yang hadir malam ini sangat luar biasa. Disamping dihadiri oleh masyarakat Indonesia di Dukhan ratusan jumlahnya, juga dihadiri oleh 11 orang Indonesia yang saat ini tinggal di Zekreet Industrial Area. Kesebelas orang ini bekerja pada sebuah perusahaan milik Malaysia, EUMC.

Foto by Sugeng Bralink

Selepas berbuka dan jamaah sholat maghrib, jamaah menikmati makan malam bersama dengan menu-menu yang istimewa tentunya. Menu makanan khas Indonesia yang sudah disiapkan oleh Ibu-ibu warga muslim Dukhan.

Tepat jam 8 malam, dilanjutkan dengan kajian ramadan oleh Ustadz Farid. Tema malam ini berkisah tentang doa nabi Yunus dan Nabi Zakaria. Doa kedua nabi ini terdapat dalam Quran Surah Al Anbiya ayat 87-90. Yang artinya sebagai berikut: “Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: “Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim. Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya daripada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman. Dan (ingatlah kisah) Zakaria, tatkala ia menyeru Tuhannya: “Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik.”

Dalam doa nabi Yunus ‘Alaihissalaam, diibaratkan sebagai muqodimahnya saja. Walaupun nabi yunus tidak secara langsung meminta dikeluarkan dari perut ikan, akan tetapi Allah Maha Tau. Sehingga Allah mengabulkan doanya nabi yunus dan bisa keluar dari perut ikan.

Dalam doa nabi Zakaria ‘Alaihissalam, diibaratkan doa yang bersifat ‘mengancam’ kepada Allah. Kenapa sampai begitu?karena kondisi nabi zakaria waktu itu yang sudah berusia 86 tahun belum mempunyai keturunan, sehingga menjadi kesedihan bagi dirinya. Istrinya yang mandul dan usianya yang sudah tua dibarengi dengan tulang-tulangnya sudah rapuh dan ubannya yang kian bersinar, menjadikan dirinya semakin merasa tidak mungkin untuk mempunyai keturunan. Karena ketidakmungkinannya yang sangat tinggi ini berakibat nabi zakaria semakin serius dalam doanya.

Dalam doa nabi zakaria ‘mengancam’ kepada Allah dengan kalimat yang artinya “”Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik.”

Dalam berdoa kita harus mempunyai keyakinan bahwa doa itu akan dikabulkan. Nabi yunus berdoa langsung dikabulkan sementara doa nabi zakaria dikabulkan juga akan tetapi lama waktunya. Entah cepat atau lama, yang penting adalah yakin bahwa Allah akan mengabulkannya.

Ustadz Farid melanjutkan bahwa ada 3 kunci doanya terkabul yaitu:
1. Orang-orang yang mempunyai kebiasaan bersegera melakukan kebaikan.
Jangan pernah menunda-nunda ibadah. jangan pernah menunda-nunda amal soleh. Misalnya sholatlah di awal waktu, berzakat ketika sudah khaul, haji ketika sudah mampu.

2. Orang-orang yang berdoa kepadaKu di kala senang [lapang] atau di kala sedih [sulit].
Misalnya kalau rezekinya lapang, nggak ke masjid, tapi ketika rezekinya sempit baru ke masjid. Dipermisalkan lagi, kalau sedang sakit dengan selang disana sini, mengingat Allah, tapi ketika sudah diberi kesehatan melupakan Allah.

3. Orang-orang yang khusyu’ kepadaKu. Khusyu’ dan tumaninah itu beda. Kalau ada orang, berdirinya bagus, rukunya bagus, sujudnya bagus, itu tumaninah. Tapi kalau sholatnya tumaninah itu belum tentu khusyu’.

Acara dilanjutkan dengan sholat jamaah isya dan tarawih.

Ustadz Farid juga berkeliling melihat-lihat situasi Kota Dukhan. Menuju ke Jabal Dukhan, sebagai titik tertinggi di Kota Dukhan. Dari sini beliau dapat melihat secara jelas, komplek perumahan karyawan dan juga melihat semburan api dari pabrik minyak dan gas milik Qatar Petroleum.

Semoga kita digolongkan kedalam orang-orang yang terkabul doanya. Digolongkan orang-orang yang mendapatkan rahmah bulan ramadan dan menggolongan kita menjadi insan bertaqwa. Amin.

Dukhan, 26 Juli 2012
Ramadan Kareem

About Paguyuban Keluarga Dukhan

Komunitas Masyarakat Indonesia di Dukhan - Qatar
Gallery | This entry was posted in Ustadz M.Fuady and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s