ISLAM ITU APA SIH AYAH?

islam itu apa sih ayahby Muhammad Yasin Ismaya

Sepulang kerja aku langsung masuk kerumah tanpa membunyikan bel karena saat itu kudapati pintu rumah tak terkunci. Aku ucapkan salam namun tiada yang menjawab. Setelah beberapa langkah aku mendengar suara “habecebeceb….habbbecebbeb….habecebeceb”, berulang-ulang.

Segera aku mencari sumber suara itu, dan kulihat ternyata siganteng kecil Fatih Muhammad Ibrahim namanya sedang berjalan kearahku, dengan memainkan mulutnya hingga mengeluarkan suara yang terdengar aneh itu. Sambil berjalan dia pun menggoyang-goyangkan tangannya sejajar dengan dadanya. Kemudian kukecup kening dan pipinya serta kugendong ia masuk kedalam sambil mencari anggota keluargaku yang lain.

Sesampainya didapur aku melihat ada seseorang yang sedang mencuci piring menghadap membelakangiku. Ku ulang lagi salamku dengan suara yang agak diperkeras, ”Assalamualaykum..” dan dia pun menengok kearahku sambil menjawab salam. “Waalaykumussalam”, jawabnya sambil melepaskan senyum manisnya yang khas karena ada dua lesung di bagian ujung bibirnya yang terlihat sangat jelas setiap kali dia tersenyum sehingga menambah manis raut wajahnya.

Dialah anakku yang terbesar yang dilahirkan istriku 12 thn yang lalu “Ismayani Adzara Aline Athisyaa” nama lengkapnya.

Masih terasa segar dalam ingatan, saat pertama kali mengadzankan telinga kanannya begitu haru bahagia hatiku hingga tak terasa air mata ini deras mengalir membasahi pipi. Kini ia sudah tumbuh menjadi gadis yang beranjak dewasa, sedikit demi sedikit ia pun mulai belajar untuk membantu meringankan pekerjaan bundanya. Dia cium tanganku dan kukecup keningnya sambil berkata,”Semoga Aline jadi anak yang solehah ya”. “Amin, terimakasih ayah”, jawabnya. “Kemana bunda sayang”, tanyaku. “lagi nyetrika dikamar ayah”, jawabnya. “Kemana hazimah,Najla dan Fadhlih?” tanyaku lagi. “Hazimah dan Najla bobo sedangkan Fadhlih main diluar” jawabnya lagi.

Kemudian aku dapati istriku yang solehah dengan beberapa gunung cucian yang akan diseterikanya.

Aku sebut gunung karena begitu banyak cucian sedang menanti giliran untuk disetrika, maklum anggota keluarga kami berjumlah tujuh orang, maka bisa dibayangkan bila satu, dua atau seminggu saja terlewatkan pekerjaan itu betapa banyak kira-kira. Kuucapkan salam padanya dan kekecup keningnya sambil berkata, “sini ayah yang lanjutin”. “Gak usah”, “ayah makan aja sana dan istirahat”, jawabnya sambil meneruskan pekerjaan.

Akupun menuju dapur sambil berdoa dalam hati “semoga Allah SWT menyandingkan dirinya sejajar dengan istri Rasullullah yaitu Khadijah”. Karena begitu sabarnya ia dengan pekerjaan sehari-hari yang tiada habisnya sedari pagi hingga malam hari. Maklum kami tidak punya pembantu dirumah jadi segalanya kami kerjakan sendiri.

Setelah selesai makan, aku menuju kamar tempat buku-buku tersimpan. Aku pilih beberapa buku tentang keislaman dengan maksud untuk mempersiapkan materi tausiyah yang akan diberikan dipengajian ba’da maghrib nanti bersama anak-anak.

Buku Aqidah Islamiyah karya Sayyid Sabiq, Al-Islam karya Said Hawwa, dan buku Panduan tarbiyah untuk pemula menjadi pilihanku untuk materi hari ini, ditambah lagi dua Al-Qur’an terjemah yang biasa aku persiapkan. Aku baca Bab pertama dan kedua dari buku itu sambil akupun membuat beberapa coretan berupa panah2 materi keIslaman yang kuharap bisa membantu dalam memberikan materi nanti.

Tibalah saatnya ba’da sholat maghrib mereka sudah menunggu dikamar tempat kami biasa mengadakan pengajian setiap harinya. Seperti biasa kami memulai pengajian itu dengan menyimak bacaan Al-Quran atau Iqra’ mereka setelah itu dilanjut dengan murojaah dan menambah hafalan Alqur’an.

Setelah semua mendapatkan giliran maka tiba saatnya aku untuk memberikan tausiyah kepada mereka. Bersamaku beberapa buku yang telah aku persiapkan, papan tulis dan beberapa spidol. Mulailah tausiyah itu dengan diawali salam kepada mereka, “Assalamualaykum Warahmatullahi Wabarakaatuh”. “Waalaykumussalam Warahmatullahi Wabarakaatuh” jawab mereka serempak.

Sejenak aku menatap wajah mereka satu persatu, wajah-wajah lugu itu membuat seluruh rencana yang telah aku persiapkan menjadi buyar.

Aku berpikir apakah mereka akan mengerti dengan materi yang akan aku persiapkan dari buku2 itu.

Langkahpun berubah, mulailah aku bertanya kepada mereka satu persatu. “Siapa yang tahu apa agama kita?”tanyaku. Merekapun berebutan untuk menjawab,”Islammm”,jawab mereka serentak. Hanya Hazimah anak keempatku yang terlihat sedikit bingung. Lalu akupun mengiyakan jawaban mereka,” Iya bener, agama kita adalah Islam ya Hazimah, agama Hazimah adalah Islam”.

Hazimah pun mengangguk dan diapun bertanya kepadaku, “Islam itu apaan sih”. Agak terkejut juga aku saat itu bagaimana yah menjawabnya supaya mereka mengerti.

Akhirnya aku kembalikan lagi pertanyaan itu kepada yang lain agar aku mengetahui kadar pengetahuan mereka tentang ISLAM. Siapa yang tahu tentang Islam? Tanyaku. Ada yang bilang Sholat,Puasa, Nabi Muhammad SAW, Allah dll. “Coba uraikan pengertian Islam menurut kamu”. Sangat beragam jawaban mereka dan terlihat mereka sedikit kesulitan untuk menjelaskan dengan bahasa Indonesia karena setelah 4 tahun tinggal di Qatar anak-anak sangat lebih sering berbicara dengan bahasa Inggris begitupula saat ngobrol dengan teman-teman Indonesia nya. Hanya dengan ayah dan bundanya mereka baru bicara menggunakan bahasa Indonesia.

Lalu akupun memancing mereka agar mereka mau menjawab dengan bahasa Inggris, “lets say with English”. Aku tulis satu persatu jawaban mereka dipapan tulis. Setelah terkumpul barulah aku berikan kesimpulan kepada mereka.

“So Islam is the religion which came from Allah SWT be in form in a Holy Book Al-Quran and gave it to Muhammad SAW as a Prophet for every body in the world”.

Mereka pun mengangguk, apa yang kamu harus lakukan sebagai seorang muslim adalah yaitu ada 3 kewajiban that we have to do as a muslim.

Pertama Rukun Iman yaitu kita harus percaya kepada Allah SWT, Malaikat, Kitab2 Allah, Nabi-nabi Allah, Hari kiamat dan Takdir baik dan buruk.

Kedua yaitu Rukun Islam yaitu kita harus melakukan Syahadat, Sholat, puasa, Zakat, dan pergi haji bila mampu.

Dan ketiga adalah Ihsan yaitu kita melakukan sesuatu ibadah seakan2 kita melihat Allah SWT dan bila tidak mampu maka ketahuilah bahwa Allah selalu melihat kita ( HR.Muslim).

Selesailah tausiyah untuk hari ini aku berpesan kepada mereka agar selalu berusaha untuk melaksanakan ketiga kewajiban2 mereka sebagai seorang Muslim dengan baik. Dan kamipun berdoa bersama dengan doa nabi Ibrahim AS seperti yang tercantum dalam Al-Qur’an surah Al-baqarah ayat 128 yaitu:

“Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.” Amin.

“Assalamualaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,” tutup ku.

“habecebeceb….habbbecebbeb….habecebeceb”, kudengar suara aneh itu datang lagi sambil juga menggoyang2kan telapak tangan sejajar dadanya.

“Tuh fatih tadi diajarin fadhlih ngomong ngerap ayah, makanya dia begitu terus” berkata kakaknya kepadaku. Fatih baru genap satu tahun jadi baru itu yang bisa keluar dari mulutnya,

Kamipun tertawa bersama melihat tingkah laku sikecil yang ganteng itu…Haahhaahhaa….subhanallah..

Dukhan, 24 November 2012

About Paguyuban Keluarga Dukhan

Komunitas Masyarakat Indonesia di Dukhan - Qatar
This entry was posted in Oase Iman and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s