Ada Apa Dengan Tahun Gajah?

mekahby Muchammad Fuady

بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام علي سيد الأولين والأخرين الحبيب المصطفي محمد صلي الله عليه وأله وصحبه وسلم تسليما كثيرا

Mungkin tulisan berikut sudah sering kita baca dan kita dengar,namun tidak ada salahnya jika kita ulang balik untuk membacanya, agar senantiasa tetap dalam ingatan dan bisa mengambil hikmah di balik setiap sejarah yang kita baca. Tulisan berikut memang tidaklah lengkap, tapi lumayan bae kanggo pengemut lan pekeling (lumayan buat pengingat).

Rosulullah SAW lahir pada hari senin, tanggal 12 bulan Robi’ul Awwal (menurut pendapat mayoritas ulama), pada tahun gajah (Lihat “Siroh Ibnu Hisyam” 1/158,”Dala-il An-Nubuwwah” karya Abu Nu’aim 1/40,”Dala-il An-Nubuwwah” karya Al-Baihaqy 1/89,”Al-Bidayah Wa An-Nihayah 2/259 dll). Ada riwayat dari Zubeir yang menyebut kelahiran Nabi SAW adalah bulan romadlon. Untuk bulan masehinya, Rosulullah SAW lahir di bulan april tahun 571 M.

Disebut tahun gajah,karena pada tahun itu telah terjadi penyerangan terhadap ka’bah oleh pasukan bergajah yang di pimpin oleh Abrohah Al-Asyrom dari Yaman, yang akhirnya digagalkan Allah SWT dengan mengirim burung Ababil sebagaimana Allah abadikan dalam satu surat khusus dalam Alqur’an, yaitu surat Al-Fiil.

Burung Ababil itu keluar dari laut. Masing-masing burung membawa tiga batu kerikil panas, satu di mulut dan yang dua di kaki. Setiap yang terkena serangan kerikil panas, mati. Namun tidak semua pasukan bergajah itu tewas, mereka ada yang lari tunggang langgang mencari jalan keluar dan akhirnya mereka ada juga yang selamat sampai pulang ke Yaman. Kejadian ini menurut satu riwayat terjadi hanya berkisar 50 hari (menurut pendapat mayoritas) sebelum kelahiran Rosulullah SAW.(lihat “Al-Roudl Al-Anf 1/107).

Motif penyerangan Abrohah ke ka’bah adalah ingin memindahkan proses haji dari arab ke Yaman. Abrohah telah membangun sebuah gereja terbesar di dunia yang dinamai gereja “Qullais” di shon’a Yaman. Gereja paling besar, tinggi dan megah yang belum pernah di bangun sebelumnya di atas muka bumi ini.

Ibnu Abbas RA berkata bahwa Rosulullah SAW lahir pada hari senin, diangkat menjadi Nabi hari senin, hijrah dari makkah ke madinah hari senin, wafat hari senin dan mengangkat hajar aswad juga hari senin.

Dalam riwayat lain juga dari Ibnu Abbas RA:”Nabi Kalian dilahirkan hari senin, diangkat menjadi Nabi hari senin, hijrah dari makkah hari senin, sampai di madinah hari senin, surat Al-Maidah turun hari senin dan wafat hari senin”.(HR.Ahmad dalam “musnad”nya 1/277 dan At-Thobrony dalam “Al-Kabir” 12984).

Sementara hadits dari Abu Qotadah Al-Anshori, ketika seorang a’roby bertanya kepada Rosulullah Shollallohu ‘alaihi wasallam tentang puasa hari senin, Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam menjawab:”Hari senin itu aku di lahirkan, dan hari senin pula aku pertama kali menerima wahyu”.(HR.Muslim 3/167-168 dan Abu Dawud 2426).

BEBERAPA PERISTIWA YANG JATUH PADA HARI SENIN DALAM SEJARAH ROSULULLAH SAW.

1-Rosulullah Shollallohu ‘alaihi Wa sallam di lahirkan hari senin,12 robi’ul awwal atau april tahun 571 M.

2-Rosulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam di angkat menjadi Nabi pada hari senin,bulan robi’ul awwal.

3-Mulai di wajibkannya sholat shubuh dan asar pada hari senin,9 robi’ul awwal.

4-Isro’ Mi’roj dan wajibnya sholat lima waktu,terjadi pada hari senin,bulan rajab.Menurut suatu riwayat tanggal 27 rajab.

5-Masuk ke Quba pada hari senin 8 robi’ul awwal.

6-Masuk madinah hari senin,22 robi’ul awwal.

7-Rosulullah SAW mulai sakit hari senin,29 shofar.

8-Rosulullah SAW wafat hari senin,robi’ul awwal dan di kebumikan hari malam rabu.Menurut sebuah riwayat antara wafat dan di kuburkannya Rosulullah SAW sekitar 32 jam.(Lihat kitab “Rohmatan lil ‘alamiin,karya Qodli Muhammad Sulaiman Salman Al-Mansurfury).

Sementara tentang apakah Rosulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam terlahir dalam keadaan sudah di khitan atau tidak.Menurut pendapat pertama bahwa Rosulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam terlahir dalam keadaan sudah berkhitan.Pendapat ini adalah menurut Ibnu Al-Jauzy yang di pilih Imam Suyuthi dalam kitab “Al-Khosho-ish”nya.Imam Hakim dalam kitab “Al-Mustadrok”nya mengatakan bahwa hadits-hadits yang berkenaan dengan telah di khitankannya baginda Rosul saat lahir adalah mutawatir.(Lihat “Al-Khosho-is Al-Kubro” 1/90).

Sedangkan riwayat Ibnu Abbas RA bahwa Abdul Muththolib mengkhitan Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam pada hari ke tujuh setelah kelahiran,lalu membuat walimah dan memberi nama Muhammad.(Siyar A’laam An-Nubalaa,As-siroh An-Nabawiyyah 1/36).

Nama Muhammad ini tidak di kenal sebelumnya di kalangan arab,kecuali tiga orang saja dari orang tua yang memberi nama terhadap anaknya Muhammad,hal itupun karena mereka mendengar semakin dekatnya akan kehadiran seorang Nabi terakhir bernama Muhammad.Tiga orang bernama Muhammad ini lahir di hijaz.Menurut Ibnu furok atau Faurok dalam kitab “Al-Fushul”,mereka adalah Muhammad Bin Sufyan Bin Musyaji’,kakek dari kakeknya Al-Farozdaq seorang penyair arab terkenal,lalu Muhammad Bin Ahihah Bin Al-Jalah Bin Al-Hureis dan satunya adalah Muhammad Bin Hamron Bin Robi’ah.(Al-Roudl Al-Anf 1/105-106).

KELAHIRAN ROSULULLAH SHOLLALLOOHU ‘ALAIHI WA SALLAM ADALAH RAHMAT BAGI SEMESTA ALAM.

Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam terlahir dalam keadaan yatim,saat beliau masih dua bulan dalam kandungan ibundanya.Ini menurut pendapat mayoritas.(Lihat Al-Barzanjy bagi yang biasa Marhabanan).Kakeknya Abdul Muththolib di beri wewenang untuk mencari wanita yang siap menyusui.Pada saat itu kebiasaan wanita arab dalam hal menyusui biasanya di pilih dari Bani Sa’d Bin Bakr dan dari sinilah Halimah Binti Abu Dzueib di pilih.

Para sejarawan sepakat bahwa pada tahun dimana Rosulullah dilahirkan, sedang mengalami kemarau panjang, bahkan air susu para wanitapun kering dan sulit mengeluarkan air susu. Tapi ketika Halimah As-Sa’diyyah (ini karena dari bani sa’d) menyusui Rosulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam, air susunya keluar normal dan lancar bahkan sangat deras. Rosulullah Shollallohu ‘alaihi wasallam hidup di pedalaman Bani Sa’d “Haditsah Syaqqi Ash-Shodr” sekitar lima tahun lalu dikembalikan kepada Sang Bunda tercinta Aminah.(lihat Shohih Muslim 1/101-102).

Ketika Rosulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam genap berusia enam tahun, Sang Ibunda wafat. Kemudian tanggung jawab beralih ke kakeknya Abdul Muththolib hingga wafatnya sang kakek, lalu setelah usia delapan tahun maka Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam mulai di asuh pamannya yaitu Abu Tholib.(lihat kitab “An-Nafahaat An-Nuroniyyah fii fadloo-il Al-Ayyam wa Allayaali wa Asysyhur Al-Qomariyyah 82-83).

Bersambung…

About Paguyuban Keluarga Dukhan

Komunitas Masyarakat Indonesia di Dukhan - Qatar
This entry was posted in Ustadz M.Fuady and tagged , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Ada Apa Dengan Tahun Gajah?

  1. fitria eka noviansah says:

    Para umat akan meyadari bahwa sholat itu penting untuk ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s