Indonesian Family Gathering 2013, Enjoy FunTastic Moment!

Image

IFFDukhan | Sugeng Bralink | Dukhan – Sabtu pagi, 5 Januari 2013 menjadi hari yang ditunggu-tunggu oleh warga masyarakat Indonesia di Dukhan. Semenjak 1998 ketika pertama kali orang Indonesia menjejakkan kaki di kota dukhan, ini merupakan momen pertama kali diadakannya Indonesian Family Gathering.

ibu ibu

Pagi itu cuaca sangat cerah. Langit berwarna biru. Angin bertiup sepoi-sepoi. Suhu udara berada di kisaran 17-19 derajat celcius. Deburan ombak semenanjung Arabia pun tak begitu kencang. Seolah alam mengerti bahwa hari ini adalah hari yang dinanti oleh  warga Indonesian Family Forum Dukhan.

Satu demi satu warga mulai berdatangan. Warna merah dan putih mendominasi. Paduan warna bendera Indonesia.

Lebih dari 300 orang dengan suka cita turut memeriahkan acara gathering yang mengusung tema “Enjoy FunTastic Moment!”.

bapak bapak

Warga Indonesia di Dukhan berasal dari berbagai penjuru Indonesia. Dari pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan juga Sulawesi. Ada suku Jawa, Sunda, Madura, Palembang, Minangkabau, Aceh, Batak, Bugis, Tana Toraja dan Manado. Perbedaan suku dan asal daerah bukan pemecah, akan tetapi menjadikan tali persaudaraan sebangsa ini menjadi kian erat. Indahnya kebersamaan dalam keberagaman.

*****

Image

Sebagai pembuka sekaligus pemanasan, diawali dengan tari poco-poco dari Manado. Sekelompok ibu-ibu Dukhan yang sudah berlatih sejak beberapa minggu yang lalu pun siap mengguncang Dukhan. Suara music yang keras dan bersemangat, membangkitkan semangat sebagian bapak-bapak dan turut larut bersama irama rancak tari poco-poco. Walaupun Gangnam style lagi mendunia, tapi Poco-poco nggak kalah hebat dan tetap semangat.

Image

Sebagai wujud cinta terhadap budaya bangsa Indonesia, acara selanjutnya diisi dengan pagelaran seni dari kota serambi mekah. Tari aceh namanya. Ada 5 gadis remaja Indonesia dukhan dengan pakaian khas aceh berwarna biru mulai menari. Walau jauh di rantau, namun mereka pun masih tetap mengenal budaya negerinya. Riuh tepuk tangan pun membahana di akhir tarian.

Image

Dengan pakaian corak merah kuning cerah, selanjutnya diisi dengan tari merak. Tari Merak merupakan tarian kreasi baru dari tanah Pasundan yang diciptakan oleh Raden Tjetjep Somantri pada tahun 1950an dan dibuat ualng oleh Dra.Irawati Durban pada tahun 1965 . Kelompok anak-anak perempuan yang masih muda belia nampak kompak memperagakan tarian tradisional ini. Sungguh kaya budaya Indonesia. Lagi-lagi, tepuk tangan pun terdengar cukup riuh.

Image

Tarian ini bukan tari kuda lumping yang disertai mendem (mabok). Tarian ini dinamai tari jaranan. Masing-masing penari yang masih berumur 6 hingga 7 tahun nampak begitu semangat memakai seragam paduan warna kuning dan hijau. Semua Nampak ceria dan tak sabar untuk tampil didepan.

Image

Tak hanya tarian tradisional yang ditampilkan pagi itu. Empat gadis remaja yang tak terpaut jauh umurnya tampil dengan gaya nan eksentrik. Dengan koreografer Ibu Rama, Rama Dance begitu tarian ini disebut. Tarian anak remaja ala Cherry Belle.

Image

Tarian tradisional sudah. Modern ala barat pun sudah. Sekarang saatnya anak-anak Auladuna Islamic Homeschooling tampil ke depan. Membaca doa, puisi, dan bernasyid bersama. Dilanjutkan dengan menyanyikan lagu bertitel Tanah Airku. Saking khidmatnya, lagu ini sampai dinyanyikan dua kali. Bapak-bapak, Ibu-ibu, Remaja dan anak-anak semua menyanyi, seolah saat ini sedang menginjakkan kaki di negeri sendiri. Kami cinta Indonesia.

*****

Image

Acara pemanasan sudah. Pergelaran seni budaya dan religi juga sudah. Istirahat, makan siang dan sholat juga sudah.

Sekarang saatnya menikmati FunTastic Moment. Sekarang saatnya bermain! Kita namai permainannya, Team Building Games. Berbagai macam permainan untuk membangun kebersamaan tim. Kalah menang bukanlah tujuan akhir akan tetapi kebersamaan dan kerjasama tim yang paling utama.

Image

Anak-anak dari kelompok umur balita sampain remaja, semua bermain. Dari bermain lempar ring, memasukkan pensil ke dalam botol, berjalan dengan kaki terikat, sampai bermain kucing-kucingan.

Image

Pada sesi permainan dewasa, dimulai pada kelompok ibu-ibu yang terbagi menjadi 5 kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 9-10 orang. Seorang ibu berdiri dibelakang garis START, kemudian ada gelang besar terbuat dari pipa air taman yang diikat dengan 8 buah tali raffia. Ibu yang ditengah berdiri sambil memegang cawan kecil berisi bola plastic ditengahnya. Kemudian ibu-ibu yang lain memegang dan menarik tali plastic raffia kencang-kencang serta menjaganya pada posisi dibawah lutut. Ketika Pak Dian sebagai pemandu acara menghitung 1,2, 3….semua kelompok pun berlari menuju titik FINISH dan mencoba menjadi yang pertama mencapai titik FINISH.

Image

Tertawa lepas. Gembira. Itu yang kita rasakan, seolah tanpa hutang. Hehehe…

Permainan selanjutnya adalah menggambar dengan mulut tertutup. Lho kok? Emang nggambarnya pakai mulut? Ngga juga sih!

Ibu-ibu masih dalam formasi kelompok yang sama. Instruksi menggambar akan disampaikan oleh pemandu permainan kepada seorang ibu di tiap kelompok. Sebelum instruksi diberikan, semua ibu harus menutupi mulutnya dengan lakban. Pemandu permainan hanya memberikan instruksi menggambar kepada seorang ibu yang berdiri di paling depan. Dan ibu inilah yang akan memulai menggambar sesuai instruksi pemandu permainan. Pokoknya seru! Gimana nggak seru, lha wong yang dibelakang ngga pada tau suruh nggambar apa.

Image

Giliran bapak-bapak, permainan awal sama seperti permaianan ibu yang pertama. Kemudian dilanjut dengan permainan berbasah-basah. Ya! saatnya bermain air laut. Sebuah ember besar disiapkan oleh panitia. Ember yang sudah penuh dengan lubang-lubang kecil. Didalamnya ada bola plastik kecil, sebagai penanda kalau airnya penuh maka bola akan keluar dari ember. Dua ember kecil pun tersedia. Ember kecil untuk mengambil air laut.

Image

2 orang pun segera berlari ke laut ketika tanda awal permainan dibunyikan. Ember demi ember air diambil dan ditampung ke ember besar, tapi diwaktu yang sama bapak-bapak yang sudah berusaha menutup lubang-lubang itu, tak pernah mampu menutup lubang yang sebegitu banyak. Yang ada ya hanya basah kuyub. Air pun tak pernah penuh. Bola pun tak pernah mampu untuk keluar dari ember besar. Pokoknya Fun & Wet!

Sebagai penutup acara adalah pembagian doorprize. Satu demi satu hadiah dibagi. Dan hampir semuanya mendapatkannya. Anak-anak tak terkecuali berbahagia dengan dibagikannya alat bermain di akhir permainan tadi.

Enjoy FunTastic Moment!

Sampai berjumpa di lain kesempatan dan tetap bersatu dalam indahnya keberagaman.

About Paguyuban Keluarga Dukhan

Komunitas Masyarakat Indonesia di Dukhan - Qatar
This entry was posted in Seputar Qatar and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s